Wahdah Islamiyah Bantul Audiensi dengan Bupati, Dorong Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an

Wahdah Islamiyah Bantul Audiensi dengan Bupati, Dorong Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an

“Dakwah tidak hanya sebatas mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga harus memberi pengaruh sosial yang positif di masyarakat,” ujarnya

BANTUL UMMATTV.COM - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Bantul bersama Ketua DPW Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan audiensi dengan Bupati Bantul di rumah dinas Bupati, Jumat (27/2/2026). Pertemuan berlangsung hangat meskipun sejak pagi wilayah Bantul diguyur hujan.

Rombongan tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut langsung oleh Abdul Halim Muslih beserta jajaran. Audiensi digelar dalam suasana dialog yang penuh keakraban dan semangat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah.

Sisipkan gambar ...

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bantul, Arif Widodo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan. Ia memperkenalkan eksistensi serta peran Wahdah Islamiyah di Kabupaten Bantul, sekaligus memaparkan sejumlah program kerja yang berpotensi dikolaborasikan dengan agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah pengentasan buta huruf Al-Qur’an melalui metode DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa). Program ini dinilai relevan untuk memperkuat literasi keagamaan masyarakat

Sisipkan gambar ...

Dalam audiensi tersebut, Ustadz Erik H. turut mendemonstrasikan secara langsung metode DIROSA di hadapan Bupati sebagai gambaran teknis pelaksanaan program yang diusulkan untuk dikembangkan lebih luas di Bantul.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kunjungan pengurus Wahdah Islamiyah. Ia menilai dialog seperti ini sangat penting untuk membangun kolaborasi strategis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat gerakan dakwah di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan sosial di Kabupaten Bantul saat ini semakin kompleks. Permasalahan seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, tawuran, hingga berbagai perilaku negatif lainnya memerlukan pendekatan dakwah yang komprehensif dan berdampak nyata.

“Dakwah tidak hanya sebatas mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga harus memberi pengaruh sosial yang positif di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda. Berdasarkan sejumlah kajian, anak yang sejak dini terpapar nilai-nilai Al-Qur’an cenderung memiliki kontrol diri yang lebih baik dan risiko kenakalan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan pembinaan serupa.

Lebih lanjut, Bupati menilai gerakan yang dibawa Wahdah Islamiyah sangat strategis dan tepat waktu, mengingat kebutuhan pembinaan moral dan spiritual masyarakat Bantul yang terus berkembang.

Sisipkan gambar ...

Selain pengenalan metode DIROSA, rombongan Wahdah Islamiyah Bantul juga memaparkan rencana pengembangan halaqah tarbiyah, khususnya bagi kalangan pemuda, dengan kurikulum pembinaan yang telah disusun secara sistematis.

Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama di depan pendopo rumah dinas Bupati Bantul sebagai simbol awal kolaborasi antara Wahdah Islamiyah dan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam memperkuat dakwah dan pembangunan karakter masyarakat



Sebelumnya :