Andriansyah Ketua WMI : di Desa Lubuk Sidup, WMI telah melakukan pogram pendampingan terhadap penyintas bencana.
ACEH TAMIANG UMMATTV.COM --- Bencana banjir bandang sudah hampir dua bulan. Tapi timbunan lumpur masih berserakan di sebagian lokasi Aceh Tamiang. Pengerahan alat berat dan sejumlah pekerja yang dimobilisasi BUMN Karya dan PTPN dibantu aparat TNI, belum sepenuhnya mampu membersihkan tumpukan lumpur yang menimbun rumah-rumah warga serta bangunan serta fasilitas umum lainnya.
Di Kuala Simpang, Pusat Kota Aceh Tamiang misalnya, sejumlah pekerja dadakan yang dikerahkan BUMN Karya terlihat saling bahu membahu dengan aparat TNI. Mereka membersihkan tumpukan lumpur yang menimbun rumah warga. Berbagai alat berat dan truk dikerahkan kesana untuk mengeruk dan mengangkut sisa lumpur banjir bandang.
"Kalau hanya mengandalkan tenaga yang dimobilisasi BUMN Karya tidak cukup. Karena itu, pimpinan Danantara Bapak Dony Oskaria bergerak cepat mengerahkan bantuan tenaga tambahan dari para pekerja PTPN," kata Arifin, salah satu tokoh masyarakat yang terlibat dalam pengerahan dan distribusi bantuan untuk penyintas bencana di Aceh Tamiang.
Sementara itu di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, lokasi bencana yang agak jauh dari pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Tamiang, pengerahan alat berat juga dilakukan. Beberapa alat berat digunakan untuk menyingkirkan tumpukan gelondongan kayu yang terbawa longsor dari atas bukit.
Tumpukan kayu gelondongan ukuran besar yang menumpuk di sekitar Masjid Nurussalam, mulai dibereskan. Di pelataran mesjid sudah berdiri tenda besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebelumnya hanya tenda milik organisasi relawan Wahana Muda Indonesia (WMI) karena saat pertama datang ke Lubuk Sidup, para relawan bersama warga setempat membersihkan dulu timbunan lumpur di dalam mesjid.
Masjid Nurusslam merupakan satu-satunya bangunan yang tersisa pada peristiwa bencana banjir bandang di Lubuk Sidup. Masjid ini sebelumnya dijadikan tempat perlindungan sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Kini keberadaan masjid menjadi simbol harapan dan kebersamaan warga Lubuk Sidup pasca banjir bandang.
Menurut Ketua Umum WMI, Handriansyah, di Desa Lubuk Sidup, WMI telah melakukan pogram pendampingan terhadap penyintas bencana. Disana, WMI mendirikan tenda sementara bagi para keluarga korban, poko kesehatan, MCK, pembuatan pipa air serta pemberian family kit, alat-alat masak, kompor gas dan peralatan bangunan seperti gergaji, paku dll.
"Selain di Aceh Tamiang, WMI juga mendirikan Posko di Aceh Timur, Bireun, Pidie Jaya. Nanti kita juga akan memperluas program bantuan hingga ke Bener Meriah dan Takengon," ujar Handriansyah.