Dari satu wakaf lahir usaha, dari usaha lahir manfaat, lalu manfaat itu bercabang lagi ke banyak program. Turunannya terus ada, dan pahalanya pun tidak terputus,” jelasnya.
Oleh : Anwar Aras
Lanjutan dari artikel ke 11 Cerdas Berwakaf bersama Direktur Wakaf Daarut Tauhid Bandung, Doddy Ekapriades Topan
BANDUNG - Wakaf bukan sekadar amal sesaat, melainkan investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir tanpa henti. Inilah pesan utama yang disampaikan Direktur Wakaf Daarut Tauhid Bandung, Doddy Ekapriades Topan , saat ditemui di ruangan Humas Daarut Tauhid (DT). Ia berbicara tentang pentingnya mengembangkan wakaf produktif di tengah umat, Senin (19/1/2026). Menurutnya, wakaf produktif bukan hanya memperkuat lembaga Islam secara ekonomi, tetapi juga memberi dampak luas bagi ribuan orang. Dari satu wakaf yang dikelola dengan baik, lahir manfaat berantai yang terus tumbuh dan berkembang. “Kalau wakaf itu produktif dan makmur, dampaknya bisa ke ribuan orang. Pahalanya pun luar biasa besar, karena manfaatnya terus mengalir,” ujarnya. Doddy menjelaskan, wakaf produktif memiliki keunggulan utama dibanding sedekah biasa, yakni manfaatnya berkelanjutan. Misalnya wakaf uang yang dikelola menjadi usaha sesuai kebutuhan masyarakat, lalu keuntungannya digunakan untuk pendidikan, masjid, dakwah, dan kemanusiaan. “Dari satu wakaf lahir usaha, dari usaha lahir manfaat, lalu manfaat itu bercabang lagi ke banyak program. Turunannya terus ada, dan pahalanya pun tidak terputus,” jelasnya. Ia mencontohkan wakaf masjid. Semakin ramai masjid digunakan untuk ibadah, kajian, dan aktivitas umat, semakin besar pula pahala yang terus mengalir kepada wakif. “Masjid makin makmur, jamaah makin banyak, kegiatan makin hidup. Itu semua kembali sebagai pahala jariyah bagi orang yang berwakaf,” tambahnya.
Jangan Ragu Berwakaf Doddy mengajak umat Islam untuk tidak ragu dalam berwakaf, terutama wakaf produktif. Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an bahwa kesempurnaan iman tidak akan diraih sebelum seseorang mau menginfakkan sesuatu yang paling ia cintai. “Allah sampaikan, tidak akan sempurna iman seseorang sebelum dia menyerahkan apa yang paling dia cintai. Dan hari ini, yang paling dicintai manusia itu biasanya adalah harta,” tuturnya. Karena itu, menurutnya, wakaf adalah cara terbaik untuk membebaskan diri dari ketergantungan pada materi. “Daripada kita jadi budak uang, lebih baik uang itu kita wakafkan. Insya Allah justru di situlah keberkahan hidup,” ujarnya.
Wakaf yang Menghidupkan Umat Melalui wakaf produktif, Daarut Tauhid telah merasakan langsung bagaimana satu aset wakaf dapat menjadi sumber keberkahan bagi banyak pihak. Usaha-usaha berbasis kebutuhan umat tidak hanya menghidupkan pesantren, tetapi juga memperluas manfaat ke masyarakat luas. “Wakaf itu bukan mengurangi harta, tapi menghidupkan harta. Dari situ lahir pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat yang berkelanjutan,” jelas Doddy Ia berharap, semakin banyak umat Islam yang tergerak menjadi wakif, bukan hanya untuk membangun fisik semata, tetapi juga untuk membangun masa depan umat secara berkelanjutan. Menutup pernyataannya, Doddy menegaskan bahwa wakaf produktif adalah salah satu amal terbaik yang bisa diwariskan seorang Muslim. “Wakaf itu amal yang tidak mati. Selama manfaatnya masih dirasakan orang lain, selama itu pula pahala terus mengalir. Inilah investasi akhirat yang sesungguhnya,” menutup ulasannya
Tentang Wakaf Darut Tauhid (wakafdt.or.id)
Wakaf Daarut Tauhiid (DT) merupakan salah satu lembaga wakaf profesional di Indonesia. Wakaf DT didirikan oleh KH. Abdulah Gymnastiar pada tahun 1999 di bawah Yayasan Daarut Tauhiid. Wakaf DT telah memiliki izin sebagai lembaga pengelolaan wakaf tunai dengan No. 3.3.00101 dari Badan Wakaf Indonesia. Secara legalitas, Yayasan DT telah memiliki Akta Notaris Hj. Tetty Surtianti, SH, No.8 tanggal 26 September 2012. Sebelumnya, Yayasan DT berakta Notaris Hj. Ahmadi, SH tanggal 4 September 1990.
Suasana kios kios sisi kiri dan kanan masuk dalam komplek DT
Gambar bersama Direktur Wakaf Daarut Tauhid di depan kantor jalan Gegerkalong Girang No. 38 Bandung