Muhammadiyah secara resmi penetapan telah menerapkan KHGT untuk menggantikan kriteria wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah di penanggalan Islam.
DEPOK SLEMAN UMMATTV.COK Muhammadiyah resmi menetapkan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah Rabu 18 Februari 2026. Penetapan ini diumumkan melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, berdasarkan hasil kajian dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Hal tersebut disampaikan Achmad Afandi,S.Ag.,M.Si dari Majelis Tarjih PDM Sleman dalam pengajian dengan tema :Implementasi KGHT untuk Awal Ramadhan dan Syawal dan Sosialisasi E-KTAM di Masjid AR Fachruddin SD Muhammadiyah Condongcatur, Depok Sleman Ahad(18/1/2026).
Pengajian rutin dihadiri anggota dan simpatisan Muhammadiyah se Depok.
Dalam paparan tausyiahnya Achmad Afandi menyampaikan Muhammadiyah secara resmi penetapan telah menerapkan KHGT untuk menggantikan kriteria wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah di penanggalan Islam. Konsep KHGT ini dilakukan Muhammadiyah berdasarkan konferensi kalender Hijriyah di Istanbul,Turki 21-23 Syaban 1437H/28-30 Mei 2016 dihadiri 130 peserta perwakilan 60 negara dari berbagai unsur Kementeriaan Agama, Pemerintah,ormas Islam,Fuquha dan Astronom.
Sedangkan perwakilan dari Indonesia Hendro Setyanto (NU), Syamsul Anwar (Muhammadiyah), dan Mahyudin Junaedi (MUI).
Dari hasil voting 80 setuju,30 menolak,20 abstein.
Menurut,Achmad Afandi yang dosen UAD mengatakan keputusan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Afandi dalam paparannya,menyatakan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar, yang menghadiri pertemuan umat Islam sedunia KHGT penting diimplementasikan untuk menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia.
Kalender ini dirancang agar satu hari memiliki tanggal yang sama di seluruh dunia, sehingga mengakhiri perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriah.
“KHGT adalah untuk menyatukan umat Islam terkait KHGT dan penyerapan penanggalan untuk menyatukan penanggalan mereka. Dengan kalender ini, tanggal baru Hijriah jatuh pada hari yang sama di seluruh dunia,” kata Achmad Afandi
Kongres Penyatuan Kalender Hijriah di Istanbul pada 2016. Beberapa parameter utama ,KHGT adalah seluruh bumi sebagai satu matlak (zona waktu), ketinggian bulan minimal 5°, dan elongasi 8° sebelum pukul 00:00 UTC. Dengan standar ini, KHGT dianggap lebih universal dibandingkan kalender berbasis lokal.
KHGT sangat penting untuk menyatukan hari-hari ibadah umat Islam, terutama yang lintas kawasan seperti puasa Arafah. “Puasa Arafah sering kali tidak bertepatan dengan waktu wukuf di Arafah karena perbedaan kalender. KHGT dapat menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Muhammadiyah telah mendukung penerapan KHGT melalui keputusan Muktamar Ke-47 di Makassar pada 2015 dan ditegaskan kembali dalam Muktamar Ke-48 di Surakarta pada 2022.
Dalam keputusan tersebut, Muhammadiyah berkomitmen mendukung sistem kalender internasional yang unifikatif untuk menyatukan hari-hari ibadah.
" Kemungkinan tidak saja awal "Ramadhan atau Syawal Tahun 1447 Syawal yang berbeda.Lho Muhammadiyah awal Ramadhan kok bisa beda.Bapak Ibu hendaknya bisa memberi penjelasan" ungkapnya.
Problem yang harus dipahami dan diperhatikan:
1.Awal Ramadhan,Syawal dan Dzuhijah Muhammadiyah tidak menggunakan metode rrukyat,tapi menggunakan metode Hisab yang siimplementasikan dalam bentuk sistem kalender secara global tunggal.
2.Awal Ramadhan 1447 H berdasarkan KHGT kemungkinan besar akan berbeda dengan awal Ramadhan berdasarkan kriteria MABIMS dan juga pemerintah Indonesia serta Arab Saudi.
3.Pada hari Rabu 18 Februari 2026 saat matahari terbenam di Alaska Amerika dan parameter Imkanur rakyat terpenuhi berdasarkan PKG2 jam menunjukkan pukul 04.43 UTC(19.44 AKST),artinya di Indonesia bagian barat sudah pukul 11.43,(sudah tengah hari).
4.Berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang pernah digunakan oleh Muhammadiyah, pada hari Selasa saat matahari terbennam di Indonesia posisi hilal masih minum atau dibawah ufuk.
5.Muhammadiyah tidak mau menjaga persatuan umat Islam di indonesia karena berbeda dengan pemerintahan Indonesia.()