Kehadiran tim medis dinilai penting untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga
ACEH TIMUR UMMAT TV.COM -Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabanjir di Aceh Timur menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar Laznas AQL Peduli menjelang Ramadhan 1447 H.
Hal itu terlihat saat Ketua Pembina Laznas AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), meresmikan meunasah dan menyerahkan bantuan perahu di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
Dalam kesempatan itu, UBN menegaskan bahwa fase tanggap darurat telah berlalu, namun pekerjaan besar membangkitkan kembali sendi-sendi kehidupan masyarakat masih berlangsung.
Melalui gerakan “Membangun dari Meunasah”, AQL Peduli mengarahkan program pada penguatan pusat ibadah sebagai titik konsolidasi sosial sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi warga.
Di Aceh Timur, delapan unit meunasah yang rusak akibat banjir saat ini masih dalam proses pembangunan. Meunasah tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan musyawarah masyarakat.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk bangkit. Bangkit dalam iman dan bangkit dalam kepedulian sosial,” ujar UBN.
Selain pembangunan meunasah, AQL Peduli menyerahkan tujuh unit perahu bermesin untuk menunjang mobilitas warga. Perahu tersebut akan dimanfaatkan sebagai ambulans air, transportasi pelajar, serta sarana distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Upaya pemulihan juga menyasar sektor sosial budaya. Sebanyak 21 ekor sapi disalurkan guna mendukung pelaksanaan tradisi meugang di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan bahwa dampak banjir masih dirasakan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Banyak sawah tertimbun lumpur dan tambak rusak, sehingga memerlukan dukungan berkelanjutan.
Ia menyebutkan tiga sektor prioritas pemulihan, yakni keagamaan, pendidikan, dan penguatan ekonomi warga. Pendataan kerusakan rumah juga terus dilakukan untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut turut melibatkan tim medis yang dipimpin Prof. Dr. Ridha Darmajaya. Tiga dokter diterjunkan untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak, terutama di daerah pedalaman.
Kehadiran tim medis dinilai penting untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.
Untuk mendukung dakwah dan syiar melalui media ini silahkan supportingnya bisa ke rekening BSI No. 7144358807 an Yayasan Ummat Gemilang Mandiri
Konfirmasi: 0811172271