Kami ingin bersama-sama mencerdaskan anak bangsa. Kerja sama ini harus saling menguntungkan, tidak merugikan kampus,
LAMPUNG UMMATV.COM – Universitas Islam Annur Lampung (Uninur) menggelar Wisuda Angkatan I Tahun 2026 pada Sabtu (14/2/2026).
Sebanyak 1.076 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di komplek kampus Uninur.
Ketua Panitia Wisuda, Dr Tamyiz , saat ditemui tim media usai menghadiri Wisuda tahunan, sampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda tersebut dengan lancar.
Menurutnya, jumlah peserta tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Uninur.
“Alhamdulillah, tepat 14 Februari 2026 kita telah melaksanakan wisuda dengan jumlah 1.076 peserta. Ini terdiri dari program sarjana, pascasarjana, hingga doktor,” ujarbyangbjuga Kaprodi Fakultas Bisnis Islam.
Program Doktoral Jadi Primadona
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah kelulusan 25 peserta program doktor (S3). Para doktor tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota dewan, profesional, kepala sekolah, hingga pengelola yayasan.
Menurut Dr Tamyiz, penyelenggaraan program S3 bukan hal sederhana. Dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia, tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana yang memadai sesuai regulasi pemerintah.
“Program doktor itu memerlukan kesiapan yang matang. Tidak hanya dosen dan fasilitas, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi. Alhamdulillah, Uninur telah terakreditasi dan legalitasnya diakui,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini sistem legalitas dan status perguruan tinggi dapat diakses secara terbuka melalui sistem kementerian terkait. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen utama kampus.
Sistim Hybrid Jadi Solusi
Dalam pelaksanaannya, Uninur menerapkan sistem pembelajaran hybrid. Mahasiswa tetap diwajibkan hadir untuk kegiatan tertentu seperti yudisium, wisuda, ujian, dan beberapa mata kuliah inti. Namun, sebagian proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring menggunakan teknologi.
“Hybrid ini bukan sepenuhnya online. Ada kewajiban hadir untuk momen-momen akademik penting. Namun, untuk beberapa sesi perkuliahan bisa memanfaatkan teknologi seperti Zoom dan sistem daring lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, model ini menjadi solusi efektif bagi mahasiswa dari berbagai daerah yang tetap ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tanggung jawab pekerjaan.
Program Beasiswa dan Kerjasama
Dr Tamyiz juga mengungkapkan bahwa Uninur menyediakan sejumlah program beasiswa, termasuk pembebasan biaya SPP. Mahasiswa hanya menanggung biaya kegiatan tertentu yang bersifat mandiri.
Selain itu, Uninur membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga, instansi, dan organisasi masyarakat guna meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kami ingin bersama-sama mencerdaskan anak bangsa. Kerja sama ini harus saling menguntungkan, tidak merugikan kampus, organisasi, maupun mahasiswa, dan tentu sesuai regulasi pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap lulusan Uninur, khususnya dari jenjang pascasarjana dan doktor, mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan bangsa.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah tanggung jawab moral untuk terus mengabdi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkasnya. (AA)