Perkuat Struktur dan Kualitas Manajemen, Perguruan Bela Diri Perisai Badar Gelar Mukernas II

Perkuat Struktur dan Kualitas Manajemen, Perguruan Bela Diri Perisai Badar Gelar Mukernas II

MAKASSAR UMMATTV.COM – Perguruan Bela Diri Perisai Badar sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II pada Sabtu, 14 Februari 2026 (26 Sya’ban 1447 H). Mengusung tema "Penguatan Struktur, Peningkatan Kualitas; Strategi dan Manajemen Perguruan",

 Perhelatan ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Gedung Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah, Lantai 3, Jalan Antang Raya, Makassar, serta melalui aplikasi Zoom.

Mukernas II ini menjadi momentum krusial bagi Perisai Badar dalam merumuskan langkah strategis organisasi di tengah dinamika dunia persilatan modern dan dakwah Islam.

Apresiasi IPSI: Nilai Tambah di Bawah Naungan Ormas Islam

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum IPSI Sulsel, Muhammad Ayuzar, ST., SH., MH. Dalam sambutannya, beliau menekankan keunikan Perisai Badar yang berafiliasi dengan Wahdah Islamiyah.

"Seorang pesilat sejati tidak hanya kuat fisiknya, tapi juga kokoh adabnya. Perisai Badar memiliki nilai tambah yang besar karena menginduk pada organisasi Islam. Ini adalah modal dasar dalam penguatan struktur. Jika manajemen ormasnya sudah rapi, maka manajemen perguruannya harus linear—disiplin, transparan, dan terukur. Saya berharap sinergi ini menjadi pembeda yang positif dalam melahirkan atlet bermental tangguh sekaligus religius," ujar Muhammad Ayuzar.

Dukungan Penuh Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah

Pimpinan Umum DPP Wahdah Islamiyah, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, hadir memberikan apresiasi tinggi kepada para pimpinan perguruan. Beliau menegaskan bahwa pihak DPP selalu terbuka untuk mendukung kemajuan Perisai Badar.

"Kami di DPP mendukung penuh upaya penguatan kualitas manajemen ini. Bela diri bukan sekadar ketangkasan fisik, tapi sarana menjaga diri dan agama. Saya ingin Perisai Badar menjadi prototipe perguruan silat yang dikelola secara profesional tanpa kehilangan jati diri dakwahnya. Jangan ragu untuk terus berekspansi secara struktural ke seluruh pelosok negeri," tegas KH. Zaitun Rasmin.

Kesehatan Pendekar: Aspek Pemulihan dan Pemeliharaan

Sekjen DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Syaibani Mujiono, S.Sy., Ph.D, memberikan insight yang berbeda namun sangat vital bagi para praktisi bela diri. Beliau menyoroti pentingnya manajemen risiko cedera.

"Menjadi pendekar bukan berarti kebal, tapi tahu cara menjaga amanah tubuh. Pemulihan, pengobatan, dan pemeliharaan tubuh (recovery) adalah ilmu yang wajib dikuasai. Jangan sampai semangat berlatih mengabaikan aspek medis dan fisioterapi. Pesilat yang hebat adalah ia yang mampu menjaga performa tubuhnya dalam jangka panjang agar tetap bisa berkhidmat untuk umat," pesannya.

Standardisasi Menuju Keluarga Besar IPSI

Turut memberikan arahan, Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc., M.HI, selaku Ketua Dewan Syuro DPP. Wahdah Islamiyah sekaligus salah seorang anggota Dewan Guru (Mua'allim) dan salah seorang Pendiri perguruan ini mempertegas poin Sekum IPSI terkait legalitas dan standarisasi organisasi.

"Untuk menjadi bagian utuh dari keluarga besar IPSI, kita harus memenuhi syarat administratif dan teknis yang ketat—mulai dari jumlah cabang yang terverifikasi hingga kurikulum kepelatihan yang baku. Perisai Badar harus serius membenahi ini agar pengakuan formal sejalan dengan pengakuan publik atas prestasi kita," ungkapnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Sekum IPSI di awal, dalam kesempatan tersebut ia menyebut 4 hal yang menjadi fondasi sebuah perguruan silat yang meliputi Seni, Pertahanan Diri, Olahraga dan Sisi Religiusitasnya. 

Harapan Ketua Umum PB Perisai Badar

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Umum PB Perisai Badar, Ustadz Ir. Hidayat Hafid, mengaku sangat tercerahkan. Beliau menyampaikan bahwa laporan perkembangan dari berbagai daerah menunjukkan tren yang sangat menggembirakan, meski tantangan di lapangan tidaklah ringan.

"Catatan dari para guru dan pimpinan hari ini adalah bekal berharga. Kami menyadari bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana mengelola pertumbuhan cabang yang cepat ini dengan manajemen yang tetap berkualitas. Mukernas II ini adalah ruang silaturahmi sekaligus laboratorium untuk merumuskan strategi tersebut. Kami optimis Perisai Badar akan semakin solid," tutup Ustadz Hidayat.

Mukernas II ini diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang taktis dan solutif guna membawa Perisai Badar menjadi perguruan bela diri yang unggul, profesional, dan tetap berada di atas koridor dakwah.

Sebelumnya :