Di Usia 72 Tahun, Pak Ridwan Perbaiki Bacaan Al-Qur’an di Kampung Qur'an Wihdatul Ummah

Di Usia 72 Tahun, Pak Ridwan Perbaiki Bacaan Al-Qur’an di Kampung Qur'an Wihdatul Ummah

Kisah Pak Ridwan menjadi inspirasi bahwa semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia

Berita Kampung Qur'an (3)

MAKASSAR UMMATTV.COM — Usia senja bukan penghalang untuk terus mendekat kepada Al-Qur’an. Hal itu dibuktikan oleh Pak Ridwan (72), pensiunan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar yang kini menjadi salah satu peserta aktif Kampung Qur’an Masjid Wahdatul Ummah, Makassar.

Purnatugas sejak tahun 2010, Pak Ridwan mengaku awalnya ragu mengikuti program pembinaan Al-Qur’an tersebut. Ia merasa kemampuan bacaannya sangat terbatas, bahkan sering lupa huruf dan makna karena faktor usia.

“Saya sadar bacaan saya masih sangat kurang. Huruf-huruf sering lupa, apalagi maknanya. Saya sempat berpikir, apa saya bisa bertahan ikut kegiatan ini?” ungkapnya.

Namun keraguan itu perlahan sirna setelah mengikuti pembelajaran. Menurutnya, suasana belajar yang ramah, tanpa menghakimi, serta pendampingan ustadz yang kompeten membuat dirinya semakin percaya diri.

“Alhamdulillah, ternyata saya bisa bertahan. Di sini tidak ada yang merasa paling benar. Semua saling memperbaiki bacaan. Ustadznya juga sangat membantu, beliau pernah belajar langsung di Arab Saudi,  jadi kami yakin dibimbing dengan baik,” imbuhnya.

Pak Ridwan menilai salah satu keunggulan Kampung Qur’an adalah metode pembelajaran yang bertahap, ayat demi ayat, disertai pemahaman makna. Hal ini membuat peserta lebih mudah memahami bacaan, bukan sekadar melafalkannya.

Ia juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya mereka yang merasa malu atau takut belajar karena merasa belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik.


“Justru kalau kita tidak tahu, itulah saatnya belajar. Tidak usah malu. Walaupun terbata-bata, tetap ada pahala. Yang penting berani mulai, karena semakin lama bacaan kita akan semakin baik,” ujarnya.

Bagi Pak Ridwan, belajar Al-Qur’an di usia lanjut bukan hanya tentang memperbaiki bacaan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadap Allah Subhanahu Wa ta'ala.

“Mudah-mudahan teman-teman di luar sana bisa sadar bahwa ini sangat bermanfaat. Supaya ke depan kita lebih tenang, karena bacaan-bacaan kita sudah diperbaiki,” tutupnya.

Kisah Pak Ridwan menjadi inspirasi bahwa semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia. Selama masih ada kesempatan, pintu kebaikan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin mendekat kepada Kalamullah.


Bagi pembaca yang ingin ikut dalam program perbaikan bacaan Qur'an, bisa menghubungi Saudara Pangerang di No. ....


Sebelumnya :