Musyawarah Wilayah ke-7 FLP Jatim Pilih Muchlisin BK sebagai Ketua

Musyawarah Wilayah ke-7 FLP Jatim Pilih Muchlisin BK sebagai Ketua

UMMATTV, GRESIK--Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur menggelar musyawarah wilayah ke-7 di Aula Gedung Putri Mijil Pendopo Kabupaten Gresik, 14-16 Januari 2022. Kegiatan bertema ”Nyalakan Damar Literasi untuk Keberadaban Negeri” itu dihadiri seluruh cabang dan ranting se-Jawa Timur dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Muswil ke-7 FLP Jatim dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Hj. Dra. Aminatun Habibah, M.Pd. Hadir pula Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Dr.Andriyanto S.H, M.Kes, Wakapolres Gresik, Kepala Pusat Bahasa Jawa Timur Dr Asrif, M.Hum, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Ninik Asrukin, Wakil Komisi 1 DPRD Gresik Saichu Busiri, dan Kasubag Cabang Dinas Pendidikan Rita Riana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan dukungannya untuk gerakan literasi.

“Kami merasa terhormat didatangi para penulis hebat dari seluruh Jawa Timur,” kata Bu Min, sapaan akrab Wakil Bupati Gresik, saat membuka acara tersebut.

Staf ahli gubernur Andriyanto mengatakan, literasi bukan hanya soal membaca menulis tetapi juga memperluas konten digital. “Dengan menerapkan visual berupa konten-konten, saya harap Lingkar Pena Jawa Timur bisa membangkitkan literasi ke arah digital,” ungkapnya.

Selain menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2019-2021, Musyawarah yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga menghasilkan rekomendasi arah kebijakan dan memilih ketua baru.

Muchlisin BK terpilih secara musyawarah mufakat menjadi Ketua FLP Jawa Timur periode 2022-2024 menggantikan Novi Istina yang telah memimpin FLP Jawa Timur Periode 2019-2021.

Dalam paparan visi misinya, Muchlisin mengambil inspirasi dari Surat Ibrahim Ayat 24-25. Bahwa organisasi yang baik harus memiliki akar kaderisasi yang kuat, cabangnya banyak, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Manfaat kepada masyarakat ini salah satunya adalah karya para anggota FLP. Dan saat ini, karya literasi bukan sebatas buku dan media cetak. Era digital menuntut kita untuk mengembangkan literasi digital. Mulai dari website, media sosial, hingga konten-konten audio visual. Sehingga visi FLP menjadi organisasi yang memberikan pencerahan melalui literasi bisa tercapai,” kata pria yang sehari-hari bergelut dengan buku dan website ini.*

Sebelumnya :
Selanjutnya :