Dekat dengan Al-Qur’an di Bulan Ramadan: Baca, Pahami, dan Amalkan

Dekat dengan Al-Qur’an di Bulan Ramadan: Baca, Pahami, dan Amalkan

Ust Ilham : Sebaliknya, setiap Muslim perlu membangun kedekatan dengan kitab suci melalui bacaan, pemahaman, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagian Kedua

(Penjelasan ust Ilham Jaya usai shalat Tarwih di rujab pak Tamsil Linrung, Senin 9/3/2026).

Oleh : Anwar Aras 


 Mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan pemahaman, bukan sekadar melafalkan ayat-ayatnya. Ia menyinggung peringatan Allah dalam Al-Qur’an tentang sebagian Ahlul Kitab yang hanya membaca Taurat, namun tidak memahami petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, sikap tersebut menjadi pelajaran penting bagi umat Islam agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, yaitu membaca kitab suci tanpa berusaha memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Jika Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan tanpa direnungi, maka dikhawatirkan seseorang hanya mengikuti angan-angan atau pemahaman yang diwariskan tanpa benar-benar merujuk kepada petunjuk wahyu.

Ustadz Ilham menilai fenomena membaca Al-Qur’an tanpa memahami maknanya masih terjadi di tengah masyarakat. Padahal, setiap bacaan dalam ibadah, termasuk dalam salat, memiliki makna yang seharusnya menghadirkan kekhusyukan dan kesadaran di hadapan Allah.

Karena itu, ia mendorong kaum Muslimin untuk berusaha mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan memahami kandungannya. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah mempelajari bahasa Arab atau setidaknya membiasakan diri membaca terjemahan Al-Qur’an bagi yang belum memahami bahasa tersebut.

“Jangan sampai dalam satu tahun kita tidak pernah membaca terjemahan Al-Qur’an, padahal itu adalah jalan untuk memahami pesan yang Allah sampaikan kepada kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak membuat jarak dengan Al-Qur’an dengan berbagai alasan. Sebaliknya, setiap Muslim perlu membangun kedekatan dengan kitab suci melalui bacaan, pemahaman, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir pesannya, Ustadz Ilham mengajak jamaah memanfaatkan hari-hari Ramadan, terutama sepuluh malam terakhir, untuk semakin mendekat kepada Allah melalui tiga amalan utama, yaitu memperbaiki salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.

Ia juga menegaskan bahwa rahmat Allah sangat luas sehingga umat Islam tidak perlu merasa putus asa dalam beribadah. Selama seseorang berusaha dengan sungguh-sungguh mendekat kepada Allah, maka Allah akan memberikan pahala dan keberkahan atas setiap amal yang dilakukan.

“Semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni dosanya di bulan Ramadan dan menjadi bagian dari hamba-hamba yang dibebaskan Allah dari api neraka,” tutupnya.

Sebelumnya :