Gaza dalam Incaran Ekonomi: Pakar Ungkap Ambisi Proyek Terusan Ben Gurion di Kuliah Tamu UNM

Gaza dalam Incaran Ekonomi: Pakar Ungkap Ambisi Proyek Terusan Ben Gurion di Kuliah Tamu UNM

Pizaro : " Indonesia masuk ke BRICS dan tetap menyeimbangkan ke Barat agar kita tidak didikte oleh satu kekuatan saja"

MAKASSAR UMMATTV.CO – Ruang Ballroom Theater Menara FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) mendadak hening saat H. Pizaro Gozali Idrus, S.Sos., M.Sos., Ph.D. (Cand.) mengawali kisahnya. Dalam kuliah tamu bertajuk "Geopolitik dalam Lensa Geografi" pada Senin (11/05/2026), kolaborasi antara UNM, MAKRAM, WIZ, dan LIDMI ini tidak hanya menyajikan teori di atas kertas, namun menghadirkan realitas berdarah dari garis depan konflik global.

Pizaro, jurnalis perang yang pernah bertugas untuk Anadolu Agency, membuka paparannya dengan menceritakan betapa tipisnya batas antara hidup dan mati saat meliput perang Suriah. Di tengah konflik yang merenggut setengah juta jiwa tersebut, ia harus melewati pelatihan fisik ekstrem, mulai dari dijatuhkan ke tengah samudera hingga ujian lari di bawah rentetan peluru asli.

Sisipkan gambar ...

“Seorang wartawan perang wajib punya sertifikat. Kami ujian lari tidak pakai stopwatch, tapi ditembaki dari belakang. Kalau telat sedikit, peluru itu kena kaki. Di sana, pilihannya hanya satu: ambil keputusan dalam sepersekian detik atau mati,” kenang Pizaro sembari menceritakan pengalamannya melihat bom jatuh hanya 50 meter di hadapannya.

Ketajaman insting bertahan hidup inilah yang kemudian membawanya pada pemahaman bahwa perang hari ini adalah pertarungan media dan siber. Pizaro mengungkapkan bahwa hampir seluruh kanal komunikasi modern telah disadap, sehingga pihak pejuang di Gaza harus menggunakan metode unik yang tak tertembus teknologi, yakni sandi Al-Qur'an.

“Hamas gagal dibobol karena mereka menggunakan sandi Al-Qur'an. Kalau pakai bahasa Arab biasa, Israel punya ahli khususnya, tapi kalau kode dari ayat Al-Qur'an, mereka tidak bisa tembus. Itulah kenapa banyak pemuda Palestina kini mengambil jurusan media siber dan komunikasi; mereka sadar inilah senjata masa depan,” jelasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Namun, penguasaan informasi tersebut hanyalah satu kepingan dari teka-teki besar yang sedang dimainkan di tanah Palestina. Pizaro membedah bahwa di balik bombardir Jalur Gaza, terdapat motif ekonomi raksasa berupa pembangunan Terusan Ben Gurion. Proyek senilai Rp2.000 triliun ini dirancang Israel untuk memutus ketergantungan Barat pada Terusan Suez milik Mesir.

“Kenapa Israel sangat nafsu menguasai Gaza? Karena mereka ingin membangun jalur tandingan Terusan Suez. Gaza dibombardir agar jalur pembuatan terusan itu aman dari gangguan. Ini adalah strategi menguasai 'dompet dunia' melalui jalur maritim,” tegas Pizaro.

Ambisi maritim ini pada akhirnya menyeret dunia ke dalam pusaran persaingan antara China dan Amerika Serikat. Ketegangan di Selat Hormuz yang membuat puluhan ribu pelaut terjebak menjadi bukti nyata bahwa geopolitik Timur Tengah berdampak langsung ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Menanggapi hal ini, Pizaro menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang masuk ke BRICS dan BOP sekaligus menjaga keseimbangan dengan Barat adalah strategi balancing yang cerdas.

“Kita punya politik Bebas Aktif. Kiri dan kanan harus oke kalau soal ekonomi. Indonesia masuk ke BRICS dan tetap menyeimbangkan ke Barat agar kita tidak didikte oleh satu kekuatan saja. Di tengah kerumitan negosiasi nuklir Iran dan Amerika, posisi Indonesia harus tetap menjadi jembatan yang netral namun menguntungkan,” pungkasnya menutup kuliah tamu tersebut.

Sebelumnya :