Tujuan akhir dari seluruh kebijakan ini adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas.
JAKARTA UMMATTV.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa komunikasi publik memegang peranan penting dalam keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program prioritas pemerintah ini dinilai tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga dukungan dan pemahaman masyarakat secara luas.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, , mengatakan keberhasilan MBG sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah membangun komunikasi yang terbuka, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami tujuan, manfaat, hingga mekanisme pelaksanaan MBG agar program tersebut tidak dipandang sekadar sebagai bantuan, melainkan gerakan bersama untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
“Program sebesar ini membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pemerintah harus mampu membangun pemahaman publik yang baik mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme program,” ujar Hida dalam kuliah pakar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5).
BGN menjalankan berbagai strategi komunikasi, mulai dari pendekatan interpersonal melalui kader, tenaga kesehatan, guru, hingga tokoh masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif karena masyarakat cenderung lebih percaya kepada figur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pemerintah juga memaksimalkan media massa dan media sosial untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat. Platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dimanfaatkan untuk menyebarkan edukasi gizi, podcast, hingga informasi pelaksanaan MBG.
Hida menjelaskan, pola konsumsi informasi masyarakat saat ini telah berubah. Generasi muda lebih banyak memperoleh informasi melalui ruang digital sehingga pemerintah perlu hadir untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan terpercaya.
“Media sosial juga menjadi instrumen penting untuk membangun engagement serta memperluas edukasi gizi kepada masyarakat,” jelasnya.
Sepanjang triwulan pertama 2026, BGN telah menjalankan berbagai aktivitas komunikasi publik, mulai dari publikasi berita, siaran pers, artikel, layanan informasi publik, kerja sama media, workshop, konferensi pers, hingga penanganan isu strategis.
BGN menilai komunikasi yang cepat, responsif, dan transparan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Program MBG. Tidak hanya menyampaikan informasi, komunikasi publik juga berfungsi memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Melalui pendekatan komunikasi sosial dan antropologi, BGN berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pola konsumsi bergizi sehingga mampu mendorong penurunan angka stunting dan malnutrisi dalam jangka panjang.
“Tujuan akhir dari seluruh kebijakan ini adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Karena itu Program MBG bukan hanya program jangka pendek, tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia dalam jangka panjang,” pungkas Hida.
Sumber: Biro Humas dan Hukum BGN