• +62852-9938-0971

Yayasan Peduli Kesehatan Bangsa Adakan TOT Perdana

Yayasan Peduli Kesehatan Bangsa Adakan TOT Perdana

Yayasan Peduli Kesehatan Bangsa, yang merupakan satu wadah yang konsen dalam memberikan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama kondisi pandemi saat ini

UMMATTV.ID JAKARTA - Dipundak manusia melekat misi kemanusiaan dan sebagai khalifah di muka bumi misi ketuhanan. Dengan misi kemanusiaan inilah menjadikan Kesehatan sebagai kebutuhan dasar setiap manusia. Berbagai macam cara dan konsep yang dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Baik melalui medis maupun nonmedis (thibbunnabawi).

Yayasan Peduli Kesehatan Bangsa, yang merupakan satu wadah yang konsen dalam memberikan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama kondisi pandemi saat ini. Konsentrasi programnya melalui pengobatan melalui terapi doa dan tanaman obat yang telah di contohkan oleh Nabi.

Yayasan berpusat di Jakarta ini, baru baru mengadakan Training Of Trainer (ToT) perdananya sejak berdiri. Sebagai narasumber utama dr. Fardinan Rabain dan dr. Elfida. Mengambil lokasi di Aula Majelis Taklim Darussalam, Kecamatan Larangan Tangerang Banten, jumat (21/5/2021).

Sebagai narasumber utama dr. Fardinan Rabain,yang mengemukakan bahwa thibbun nabawi sebagai konsep pengobatan Nabi bukan hanya sekadar bekam dan ruqyah saja, tapi sangat luas. Kesemuanya konsep ini sudah terangkum dalam quran dan hadist. " Dengan Konsep thibbun nabawi ini, bisa diamalkan untuk diri sendiri dan juga bisa mengobati orang lain" ujar dokter yang ahli narkoba ini.

Peserta yang cukup antusias mengikuti kegiatan untuk melahirkan para trainer seharian full. Berjumlah 35 orang berasal dari berbagai daerah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera dan Jakarta.

Suparmono Ihsan Selaku ketua Yayasan menuturkan bahwa Visi misi yayasan ini adalah dengan menggunakan tata bahasa sehat. Karena sehat adalah tata bahasa universal. Bisa diterima semua kalangan, agama maupun suku tua muda laki laki perempuan semua butuh sehat.

"Semoga bahasa ini bisa diterima, Sehingga membentuk masyarakat yang menjadikan pola hidup sehat sebagai pusat kesadaran terpenting dari hidup kita", ujarnya.

Sebelumnya :
Selanjutnya :