Kehadiran Ustaz Zaitun dalam rangkaian kegiatan di Termiz menjadi bagian dari komitmen untuk mempererat hubungan Indonesia dan Uzbekistan
UZBEKISTAN UMMATTV.COM — Ketua DPP Wahdah Islamiyah sekaligus Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, menghadiri rangkaian First International Islamic Civilization Forum bertema "Islamic Civilization: The Path of Peace, Tolerance, and Enlightenment" yang digelar di Kota Termiz, Uzbekistan.
Kegiatan di Termiz merupakan salah satu agenda utama forum internasional yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 di tiga kota, yaitu Tashkent, Samarkand, dan Termiz. Forum ini menjadi wadah pertemuan sekitar 300 peserta dari lebih dari 40 negara yang terdiri atas ulama, akademisi, peneliti, pejabat pemerintah, pakar manuskrip Islam, serta perwakilan berbagai organisasi internasional untuk membahas kontribusi peradaban Islam dalam membangun perdamaian, toleransi, dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Pada rangkaian kegiatan di Termiz, para peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah yang mengangkat warisan intelektual Islam, khususnya kontribusi Madrasah Hadis Termiz terhadap perkembangan ilmu hadis dan peradaban Islam. Forum ini juga membahas pelestarian manuskrip Islam, penguatan riset, pengembangan diplomasi budaya, serta kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Dalam forum tersebut, Ustaz Zaitun Rasmin menegaskan bahwa Indonesia dan Uzbekistan memiliki hubungan historis yang erat dalam perjalanan peradaban Islam. Menurutnya, hubungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama pada berbagai bidang, terutama pendidikan, keulamaan, wisata religi, dan industri halal.
"Antara kaum muslimin di Indonesia dengan kaum muslimin Uzbekistan memiliki hubungan yang kuat. Di antaranya, Maulana Malik Ibrahim As-Samarkandi, ulama asal Uzbekistan, termasuk generasi awal penyebar agama Islam di Indonesia," ujar Ustaz Zaitun Rasmin.
Ia juga menilai Uzbekistan memiliki warisan intelektual Islam yang sangat besar melalui lahirnya para ulama yang menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia.
"Uzbekistan pernah menelurkan ulama besar seperti Imam Al-Bukhari. Karena itu, kita berharap ada penguatan kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam bidang pendidikan dan keulamaan," katanya.
Rangkaian kegiatan di Termiz menjadi ruang pertemuan para ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan Islam, pelestarian warisan intelektual umat, serta penguatan jejaring keulamaan internasional. Forum ini sekaligus memperkuat kolaborasi antarnegara dalam mengembangkan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan mencerahkan sesuai dengan tema besar forum.
Melalui penyelenggaraan forum ini, Uzbekistan kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat peradaban Islam dunia sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, pelestarian warisan intelektual Islam, dan diplomasi budaya.
Kehadiran Ustaz Zaitun Rasmin dalam rangkaian kegiatan di Termiz menjadi bagian dari komitmen untuk mempererat hubungan Indonesia dan Uzbekistan dalam membangun peradaban Islam yang memberikan manfaat bagi kemajuan umat.