Wakaf Produktif Jadi Nafas Pesantren Gratis, Cinta Quran Center Terus Kembangkan Unit Usaha

Wakaf Produktif Jadi Nafas Pesantren Gratis, Cinta Quran Center Terus Kembangkan Unit Usaha

JAKARTA UMMATTV.COM — Di balik aktivitas sebuah coffee shop, layanan katering, laundry, hingga penyewaan aula, tersimpan semangat besar untuk mencetak dai-dai muda dari seluruh penjuru Indonesia. Itulah konsep wakaf produktif yang dikembangkan Cinta Quran Center Bintaro sebagai penopang operasional pesantren gratis yang mereka kelola.

Manajer Bisnis Cinta Quran Center Bintaro, Rizalman, mengatakan seluruh keuntungan dari unit-unit usaha tersebut dikembalikan sepenuhnya untuk membiayai pendidikan dan kebutuhan hidup para santri.

"Kami membangun usaha-usaha produktif agar seluruh keuntungan bisa menjadi penopang pesantren.
Jadi, hasilnya kembali lagi untuk para santri," ujar Rizalman saat ditemui tim.media ummattv.com di booth Cinta Quran Center pada sela-sela acara Amazing Muharram 2026 di Ritz-Carlton Hotel Jakarta, Ahad (12/7/2026).

Sisipkan gambar ...

Ia menjelaskan, Cinta Quran Center saat ini mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya Dapur Santri yang melayani katering harian sekaligus memproduksi aneka makanan olahan seperti sambal dan pepes.
Selain itu terdapat Rote-Rote, coffee shop yang berada di lingkungan pesantren dengan beragam menu kopi, teh, dan roti.

Tak hanya itu, Cinta Quran Center juga mengoperasikan kantin, aula serbaguna yang dapat disewa untuk berbagai kegiatan, serta Amazing Laundry yang baru diresmikan pada awal Juli 2026. Seluruh unit usaha tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menopang keberlangsungan pesantren secara mandiri.

Sisipkan gambar ...

Salahsatu usaha produksi sambel kemasan pesantren Cinta Qur'an Center Bintaro


Menurut Rizalman, pesantren Cinta Quran Center membuka kesempatan belajar secara gratis bagi para santri yang direkrut dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Setiap tahun, kata dia, sekitar seribu hingga 1.200 calon santri mengikuti proses seleksi. Namun karena keterbatasan kapasitas, hanya sekitar 120 hingga 140 orang yang dapat diterima pada setiap angkatan.

Selain mendapatkan pendidikan agama, para santri juga dibekali kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan. Mereka bahkan dilibatkan langsung dalam pengelolaan unit-unit usaha pesantren sebagai sarana praktik.
"Kami ingin ketika mereka kembali ke daerah asal, mereka menjadi dai yang mampu berdakwah sekaligus mandiri secara ekonomi. Apa pun profesinya nanti, orientasinya tetap untuk dakwah," katanya.

Untuk menjalankan seluruh aktivitas pendidikan tersebut, Cinta Quran Center membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Rizalman menyebut kebutuhan operasional pesantren mencapai sekitar Rp500 juta setiap bulan, mencakup kebutuhan makan, tempat tinggal, hingga berbagai kebutuhan hidup santri.

Karena itu, pengembangan usaha produktif terus menjadi fokus utama yayasan. Semakin berkembang usaha yang dijalankan, semakin besar pula peluang pesantren menerima lebih banyak santri dari berbagai pelosok negeri.

"Kami berharap masyarakat juga ikut mengambil bagian dalam gerakan wakaf produktif ini. Semakin besar usaha yang berkembang, semakin banyak anak-anak yang bisa memperoleh pendidikan pesantren secara gratis," ujar Rizalman.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh program pendidikan maupun berkontribusi dalam pengembangan wakaf produktif, Cinta Quran Center berlokasi di kawasan Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan.

Sebelumnya :