• +6281 1987 271

Rihlah Dakwah Nusantara 2022

Rihlah Dakwah Nusantara 2022

Nusantara Foundation sebagai lembaga dakwah yang didirikan oleh Imam Shamsi Ali tahun 2013 di New York City, Amerika Serikat, mengajak seluruh Masyarakat Muslim Indonesia untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pengembangan dakwah Islam di dunia internasional.

Rihlah Dakwah Nusantara 2022 "Dari Indonesia untuk Dunia" merupakan program yang diinisiasi oleh Nusantara Foundation, dalam rangka mensosialisasikan dan melakukan penggalangan dana untuk Pembangunan Pesantren Pertama di Bumi Amerika.


Nusantara Foundation sebagai lembaga dakwah yang didirikan oleh Imam Shamsi Ali tahun 2013 di New York City, Amerika Serikat, mengajak seluruh Masyarakat Muslim Indonesia untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pengembangan dakwah Islam di dunia internasional.


Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Imam Shamsi Ali mengatakan, bahwa umat muslim Indonesia memiliki amanah dari Allah SWT untuk mengambil peranan penting  dalam mewujudkan perdamaian dunia, melalui  Islam yang selama ini dipraktikkan di Indonesia. Islam yang berpegang teguh pada Al Qur'an dan As sunnah, Islam yang ramah dan bersahabat, Islam yang rahmatan lil alamin. Menjadi rahmat bagi semesta alam.


Lebih dari 25 tahun berdakwah di negeri Paman Sam, Imam Shamsi Ali yakin bahwa sampai saat ini Amerika masih menjadi "public relations" nya dunia. Apapun yang terjadi di Amerika, seluruh dunia akan tahu dan mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat internasional.


Maka keberadaan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat, diharapkan menjadi wadah bagi umat muslim Indonesia, untuk menampilkan karakter Islam yang selama ini dipraktikkan ditengah keanekaragaman suku, bangsa, bahasa dan agama di negeri tercinta.


Peluncuran Program Rihlah Dakwah Nusantara yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta pada Jum'at, 4 Maret 2022, bukan tanpa alasan. Masjid yang ada di Jakarta Pusat ini didirikan pada tahun 1950an sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia (Istiqlal berarti "merdeka" dalam bahasa Arab), serta merupakan simbol toleransi antar umat beragama. 


Melalui perjalanan (Rihlah) ke beberapa kota besar di negeri tercinta, Nusantara Foundation membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi masyarakat muslim Indonesia untuk bersinergi dan menjalin kerjasama antar umat, sebagai jalan komunikasi dakwah Islam di dunia internasional.


Untuk menjaga protokol kesehatan, acara  dilakukan secara hybrid, menggabungkan kegiatan offline dan online. Di masjid Istiqlal Jakarta, turut hadir Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH Nasaruddin Umar dan Dewan Pembina Yayasan Inka Nusantara Madani, Tamsil Linrung. 


Selain itu hadir pula Bapak Adiwarman Azwar Karim (Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia),  Bapak M. Arief Rosyid Hasan (Komisaris Independen BSI), perwakilan Menteri Agama RI, perwakilan Gubernur dan Sekda DKI Jakarta, beberapa perwakilan mitra lembaga dan media juga turut hadir secara offline.

Imam Shamsi Ali dan undangan lainnya mengikuti kegiatan secara penuh dari awal hingga akhir melalui online.


Peluncuran Program Rihlah Dakwah Nusantara 2022 ditandai dengan Sambung Ayat Suci Al-Qur'an oleh para Hafidz. David Chalik sebagai pembawa acara memandu prosesi   tersebut dimulai dari Jakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Amerika Serikat (Houston Texas, Washington DC dan New York City). 


Para hafidz yang terlibat dalam prosesi launching ini merupakan para peserta program Global Leadership for Ustadz dan program Imam Amerika, yang diinisiasi oleh Nusantara Foundation. Turut serta pula remaja berprestasi asal Kalimantan yang merupakan juara I MTQ Internasional di Maroko.


Acara dilanjutkan dengan ramah tamah secara online, antara para tamu undangan yang hadir dengan Imam Shamsi Ali di New York City, Amerika Serikat. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasaruddin Umar memimpin do'a bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan malam itu.


Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan meridhoi kita semua. Aamiin.

Sumber : Nusantara Foundation

Sebelumnya :