Prof Dailami, pada pelaksanaan Buka Puasa Bareng dan Pembagian Paket Lebaran, juga digelar Lomba Ketahanan Baca Al-Qur’an yang pelaksanaannya sejak Shubuh sampai Ashar.
PONDOKGEDE UMMATTV.COM - Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah menggelar acara “Berbagi Paket Lebaran” kepada 250-an anak binaannya. Kegiatan berlangsung di Graha Alawiyah, Kampus II UIA, Jalan Raya Jatiwaringin No 11, Pondok Gede, Bekasi, Minggu (23/3/2025).
Penanggungjawab pesantren khusus yatim As-Syafi’iyah Prof.Dr H. Dailami Firdaus SH. LLM., MBA mengatakan, acara Berbagi Paket Lebaran merupakan tradisi tahunan yang selalu digelar pada akhir Ramadhan (menjelang Idul Fitri).
“Meski berada di Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, - mereka, (anak-anak yatim -red) juga berhak mendapat santunan, - layaknya anak-anak lain- yang mendapat Paket Lebaran. Sebab, kebahagiaan juga milik mereka. Dan di saat Hari Raya Idhul Fitri bisa memakai baju baru maupun punya kue lebaran,” jelas Prof Dailami, yang juga Senator RI asal DKI.
Ditambah Prof Dailami, pada pelaksanaan Buka Puasa Bareng dan Pembagian Paket Lebaran, juga digelar Lomba Ketahanan Baca Al-Qur’an yang pelaksanaannya sejak Shubuh sampai Ashar.
“Dari seluruh peserta anak yatim yang jadi anak didik di sini, ternyata dari mereka tercatat ada puluhan berhasil sebagai pemenang. Mereka juga kami beri hadiah spesial,” ucap Prof Dailami didampingi adik kandung, Dr Hj Syifa Fauzia M.Arts yang memimpin langsung pelaksanaan acara.
Yang paling spesial adalah kedatangan tamu asal Maroko, DR Abdul Hamid Lufti. Dr. Lufti adalah sahabat dekat dari Almarhumah Prof DR Hj Tutty Alawiyah AS. Bahkan ia sudah enam kali datang ke Indonesia dan sekaligus untuk menghadiri tradisi tahunan dari Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah.
DR Abdul Hamid Lufti ikut memberikan testimoni persahabatan yang cukup lama dengan pendiri Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Prof DR Hj Tutty Alawiyah AS.
“Saya merasa senang dan ikut berbahagia bisa hadir di acara seperti ini. Bahkan sering saya lakukan, baik saat almarhumah ibu Hj Tutty Alawiyah AS masih ada maupun saat ini yang dilakukan penerus dari keluarga besar,” ucap DR Abdul Hamid Lufti dalam Bahasa Inggris, yang diterjemahkan langsung oleh Prof. Dailami.
Dalam kesempatan itu digelar pula beberapa acara pendukung yang sangat menarik. Diantaranya, pidato dalam bahasa Arab, Inggris dan Indonesia oleh santri berprestasi. Juga pertunjukkan pencak silat, baca puisi dan testimoni santri mengenai keberadaan pesantren khusus yatim yang menyentuh hati.
Acara dihibur pelawak Paski (Persatuan Artis Seniman Komediaan Indonesia) yang dipimpin langsung ketuanya Jarwo Kwat.
Puluhan undangan lain pun ikut hadir di acara tersebut. Bahkan ada beberapa alumni dari Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah. Malah ada dari mereka yang ternyata telah menggapai sukses dalam kehiduoannya, yakni dengan pangkat kolonel di institusi TNI AL.
“Saya pun ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi,” ungkap Prof Dailami.
Di acara tersebut, pesantren mendapat donasi sebesar Rp 60 juta dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Rp 20 juta yang datang dari tamu undangan lain.*()