Program i’tikaf ramah keluarga ini menjadi salah satu inovasi yang diharapkan dapat terus dikembangkan,
Bogor — Program i’tikaf 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H di Masjid Azzura menghadirkan suasana berbeda. Mengusung konsep ramah keluarga, kegiatan ini memberikan ruang bagi ayah, ibu, hingga anak-anak untuk beribadah bersama dalam suasana yang nyaman dan penuh kebersamaan.
Salah satu peserta, Sumardi, seorang profesional IT yang bekerja di Jakarta, mengaku merasakan pengalaman i’tikaf yang tidak biasa. Menurutnya, konsep ini menjadi jawaban atas kerinduan banyak keluarga Muslim untuk tetap produktif beribadah tanpa harus terpisah dari keluarga.
“Ini pengalaman yang sangat berkesan. Jarang sekali ada i’tikaf yang benar-benar ramah keluarga. Kami bisa beribadah bersama, sekaligus mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat tentang pembinaan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak hanya suasana yang kondusif, materi tausiyah yang disampaikan para asatidz juga dinilai relevan dan aplikatif, khususnya dalam memperkuat keharmonisan keluarga.
“Momen 10 hari terakhir Ramadhan ini terasa lebih hidup. I’tikaf bukan hanya ibadah personal, tapi juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga sekaligus mendekatkan diri kepada Allah,” tambahnya.
Sumardi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Azzura atas terselenggaranya program tersebut.
“Semoga Allah membalas segala kebaikan panitia dan para ustaz dengan pahala terbaik, serta mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan berikutnya,” tutupnya.
Program i’tikaf ramah keluarga ini menjadi salah satu inovasi yang diharapkan dapat terus dikembangkan, sebagai upaya menghadirkan suasana ibadah yang inklusif, edukatif, dan menyentuh seluruh anggota keluarga.