• +62852-9938-0971

Ini Pesan Aa Gym Dalam Mengakhiri Ramadhan

Ini Pesan Aa Gym Dalam Mengakhiri Ramadhan

Aa Gym mengajak peserta untuk memperbanyak introspeksi diri dan banyak beramal baik lahir maupun hati.

Rasa syukur menyelimuti civitas akademika STIBA Makassar atas suksesnya Tablig Akbar yang digelar Ahad (02/05/2021). Hal yang sama juga dirasakan oleh para kader Wahdah Islamiyah, ormas yang menaungi STIBA Makassar. Kegiatan yang berlangsung daring ini merupakan buah kerja sama kedua institusi tersebut dengan melibatkan Muslimah Bisa sebagai EO.

Dalam kegiatan Tabligh Akbar ini K.H. Abdullah Gymnastiar menyampaikan beberapa nasihat kepada seluruh peserta utamanya di akhir bulan Ramadan. Aa Gym mengajak peserta untuk memperbanyak introspeksi diri dan banyak beramal baik lahir maupun hati.

“Banyak yang beramal dengan badan tapi tidak beramal dengan hati. Akhirnya bagaikan jasad tanpa ruh. Makanya kita berharap mati dengan keadaan qalbun salim (hati yang selamat). Dan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Perselisihan di kalangan umat juga terjadi karena merasa diri paling benar. Akhirnya diri menjadi sombong. Lalu menganggap remeh orang lain.

“Jadi kenapa ada orang yang belajar agama mengalami kesulitan mengamalkan ilmunya? Tidak sebanding antara ilmu yang didapat dengan perilakunya? Bisa jadi karena niat mencari ilmunya bukan ingin dekat dengan Allah, tapi ingin sesuatu dari dunia ini,” ucap Aa Gym.

“Sepuluh hari Ramadhan ini, mari kita bersihkan hati dan jiwa kita. Dan bersungguh-sungguh dalam mencek penyakit hati dan diri kita. Dengan menjauhi sifat sombong, merasa paling benar, meremehkan orang, mencaci dan lainnya. Agar kita meraih posisi yang terbaik di sisi Allah. Sebab apa yang ada dalam hati kita atau yang kita niatkan diketahui oleh Allah,” tegasnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Jawa Barat tersebut memberikan lima tips untuk menjadi bahan evaluasi di akhir Ramadan tahun ini.

Pertama, potret diri sendiri, yaitu dengan melihat diri sendiri apakah termasuk calon penghuni surga atau calon ahli neraka?

“Lihat mata Anda, mata ini hina atau mata yang bisa melihat Allah? Kita bisa jujur melihat diri sendiri,” ungkapnya.

Kedua, miliki cermin diri. Ada orang-orang terdekat yang lebih tahu tentang diri kita. Pendamping hidup baik suami maupun istri, anak kalau sudah dewasa atau sahabat dekat.

“Minta mereka untuk menceritakan diri kita apa adanya. Merupakan rezeki kalau ada orang yang bisa mengatakan diri kita apa adanya dibanding memuji dengan pujian yang cenderung membuat kita tertipu,” tutur Aa.

Ketiga, miliki seorang guru atau orang yang berilmu yang bisa melihat kekurangan dan kesalahan kita serta mau menyampaikannya.

Keempat, manfaatkan orang-orang yang tidak menyukai kita. Orang-orang yang tidak menyukai kita itu adalah jalan dari Allah untuk menunjukkan sebagian kekurangan kita. Orang yang tidak suka kita sangat kreatif dan teliti mencari kekurangan dan kesalahan kita.

“Tidak usah sibuk dengan sakit hati. Tidak usah sibuk dengan membela diri. Tapi sibuklah untuk menangkap pesan mereka. Tidak usah benci karena tidak bahaya penilaian buruk orang ke kita, yang bahaya adalah kita tertipu karena merasa baik,” ujarnya.

Kelima, tafakuri apapun yang ada di sekitar kita karena tidak ada yang sifatnya kebetulan.

Di akhir Tablig Akbar yang dihadiri lebih dari 8.700 peserta tersebut berhasil mengumpulkan donasi 1,2 M. Hingga berita ini diturunkan, di laman donasi.seribu.bulan.stiba.ac.id telah terkumpul sebesar 1.377.922.000 dari target sebesar 2 M. Donasi ini berasal dari pengakuan 3.520 peserta yang tercatat telah mengisi data di tautan donasi.

Angka ini diharapkan terus bertambah hingga lebaran Idulfitri. Mengingat sebagian donatur yang telah meniatkan untuk berdonasi setiap malam di sepuluh hari terakhir Ramadan. Harapan mereka dengan bersedekah setiap malam-malam tersebut, salah satunya akan bertepatan dengan turunnya Lailatulkadar. Dengan demikian, sedekah mereka bernilai lebih baik dari seribu bulan.

Pembaca yang ingin bersedekah untuk proyek ini, dapat mengunjungi tautan berikut ini:

donasi.seribu.bulan.stiba.ac.id

Sebelumnya :
Selanjutnya :