• +6281 1987 271

Do’a Agar Dimudahkan Melunasi Utang

Do’a Agar Dimudahkan Melunasi Utang

Oleh:

Absa’id


KEHIDUPAN adalah panggungnya ujian. Dengan ujian itu, Allah ingin melihat mana dari amalan kita yang benar-benar menjadi amalan yang terbaik. Amalan yang ikhlahs hanya teruntukNya, bukan selain-Nya. Dan amalan yang memiliki panutan yakni mengikuti arahan dan petunjuk Nabi-Nya.

Firman-Nya,

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ

Artinya: “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalannya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Ujian dalam kehidupan ini bermacam-macam. Setiap kita pasti mendapatkan ujian. Jangan berfikir bahwa ujian itu hanya pada kesengsaraan saja. Jangan mengira bahwa ujian itu hanya bagi mereka yang tertimpa bencana, tanah longsor, kebakaran dan sebagainya. Ujian juga bisa dalam bentuk kebaikan, dalam bentuk kemewahan serta fasilitas hidup yang mewah berlimpah.

Firman-Nya,

وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ ُ

Artinya: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Bagimu yang berkelimpahan, janganlah lupa untuk banyak bersyukur kepada-Nya. Karena Allah menyebutkan di dalam al-qur’an, sangat sedikit orang yang bersyukur. Dan bersabarlah dengan berihtisab pada-Nya bagimu yang diuji-Nya. Berbaik sangkalah kepada Allah, boleh jadi ujian dalam bentuk yang kita tidak senangi hari ini ternyata adalah tanda dan bukti Dia Sang Rabb sangat mencintai kita.

Jika salah satu ujian dalam hidup ini adalah utang yang menumpuk. Semoga petunjuk berupa doa yang diajarkan dalam sabda Nabi kita ini bisa menjadi solusi untuk masalah hidup hari ini.

Nabi besabda,

:عن عليٍّ رَضِيَ اللهُ عنه أنَّ مُكاتَبًا جاءه فقال: إنِّي عجزتُ عن كتابتي فأعِنِّي قال

ألا أعَلِّمُك كلماتٍ عَلَّمَنيهنَّ رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم لو كان عليك مِثلُ جَبَلٍ دَينًا أدَّاه 

:عنك، قل

《 اللَّهُمَّ اكْفِني بحلالِك عن حرامِك، وأغْنِني بفَضْلِك عمَّن سِواك 》

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seorang sahaya mukatab (sahaya yang sedang membayar kemerdekaan dirinya dengan angsuran kepada tuannya) pernah datang kepada dia lalu berkata: “Sesungguhnya saya tidak mampu untuk membayar angsuran kemerdekaan saya. Karena itu, bantulah saya.” ‘Ali berkata: “Maukah kuajari beberapa kalimat yang telah diajarkan kepadaku oleh Rasulullah shallaahu ‘alayhi wa sallam? Andaikata kamu mempunyai hutang sebesar gunung pun, pasti Allah melunasinya untukmu, maka, ucapkanlah: “Ya, Allah, cukupkanlah aku dengan apa-apa yang halal dari apa-apa yang haram menurut-Mu. Jadikanlah aku kaya dengan karunia-Mu daripada membutuhkan kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi: 3563, Ahmad: I/153 dan al Hakim: I/538. At Tirmidzi berkata: “Hadits hasan.”)

Inilah petunjuk Nabi dalam membayar utang. Semoga kita bisa menghafal, mengamalkan serta membaginya kepada saudara kita yang lain. Utang adalah perkara yang berat. Betapa tidak, seseorang bisa tertahan untuk masuk Surga ketika hutangnya belum terlunaskan.

Kandungan hadits:

  • Anjuran untuk membantu sahaya mukatab (yang ingin melunasi pembayaran kemerdekaannya.ed)
  • Boleh meminta-minta bagi orang yang berat dililit utang sampai memperoleh kecukupan untuk membayarnya.
  • Rizki halal yang sedikit lebih baik daripada harta haram walaupun banyak.
  • Karunia itu milik Allah. Maka dari itu, kebaikan hanya disandarkan kepada- Nya, sedang selain Allah hanya sebagai pengiringnya.
  • Seyogyanya seseorang memohon pertolongan kepada Allah semata dalam segala hal yang hanya sanggup dilaksanakan Allah.

Rujukan: Hadits no. 1486 – Kitab Bahjatun Nazhirin Syarhu Raiyadhush Shaalihiin, Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Sebelumnya :
Selanjutnya :