Istigfar adalah tindakan memohon ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, baik secara lisan maupun hati
Oleh Aswar Hasan
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Istighfar adalah meminta ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta ala. Istighfar sebagai penutup setiap amalan saleh.
Istigfar adalah tindakan memohon ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, baik secara lisan maupun hati. Istigfar sering diucapkan dengan kalimat أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (Astaghfirullah), yang berarti "Aku memohon ampun kepada Allah."
Tujuan dan Alasan Mengucapkan Istigfar
1. Memohon ampunan atas dosa – Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak, sehingga dianjurkan untuk sering beristigfar.
2. Mendekatkan diri kepada Allah – Dengan beristigfar, seseorang menunjukkan kesadaran akan kelemahan dirinya dan ketergantungannya kepada Allah.
3. Mendapat rahmat dan berkah – Istigfar sering dikaitkan dengan keberkahan hidup, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Nuh: 10-12) yang menyatakan bahwa Allah akan memberikan hujan, keturunan, dan rezeki yang luas bagi orang yang banyak beristigfar
4. Membersihkan hati – Istigfar membantu seseorang untuk introspeksi dan memperbaiki diri agar lebih baik di masa depan
5. Menjauhkan dari azab Allah – Dalam beberapa hadis, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa istigfar bisa menjadi sebab dihindarkannya seseorang dari siksa dan kesulitan dari berbagai problem kehidupan.
Secara bahasa, istigfar (الاستغفار) berasal dari kata غَفَرَ (ghafara), yang berarti menutupi, mengampuni, atau memaafkan. Dalam bentuk istighfar, kata ini bermakna "memohon ampunan" kepada Allah SWT.
Saat Ramadan berlalu, kita dianjurkan untuk merelakan kepergiannya dengan istigfar dan doa. Bulan penuh berkah ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Allah SWT pun telah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk memohon ampunan kepada-Nya setiap kali selesai melakukan amal saleh (QS an-Nashr [110]: 1-3).
Salah satu cara terbaik untuk melepas Ramadan adalah dengan memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah). Ucapan Ini mencerminkan ketawadhuan kita, dalam rangka menyadari bahwa ibadah yang telah kita dilakukan masih jauh dari sempurna. Rasulullah ﷺ sendiri banyak beristigfar setelah menyelesaikan suatu ibadah, termasuk setelah salat dan di penghujung malam.
Berikut beberapa bentuk istighfar yang dapat diamalkan:
1. Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
(Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan tetap berpegang pada janji-Mu dan taat kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau.)
2. Bacaan Istighfar yang lebih pendek adalah
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
(Astaghfirullah wa atubu ilaih – Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.)
Dengan istighfar, kita berharap Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadan dan memberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya dalam keadaan lebih baik. Aamiin. Wallahu a’lam bisawwabe