100 Telur Omega untuk Santri Tahfidz Al Ihsan Baron, Ikhtiar Menjaga Gizi Generasi Qur’ani di Bogor

100 Telur Omega untuk Santri Tahfidz Al Ihsan Baron, Ikhtiar Menjaga Gizi Generasi Qur’ani di Bogor

Program Tebar Pangan Bergizi hadir semangat sederhana: membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menguatkan kepedulian terhadap lembaga pendidikan Al-Qur’an.

BOGOR, UmmatTV.com — Menghafal Al-Qur’an membutuhkan ketekunan, konsentrasi, dan stamina. Di balik aktivitas para santri yang setiap hari berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, kebutuhan pangan bergizi menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Semangat itulah yang menjadi salah satu latar hadirnya Program Tebar Pangan Bergizi bagi Santri Tahfidz Qur’an. Program yang didukung oleh Pengurus DKM Al I'tisham Budi Agung Bogor ini,  bersama  UmmatTV Peduli menyambangi Pesantren Al Ihsan Baron Kampus Baitul Makmur, di Jalan Cijahe RT 03/RW 13, Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dan menyalurkan 100 butir telur Omega bagi para santri.

Sisipkan gambar ...

Kedatangan tim UmmatTV Peduli disambut H. Lupiyanto, M.Pd, selaku Ketua Yayasan Amaliah Saraso Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada para santri, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, Ahad (6/9/2026).

“Alhamdulillah, dengan adanya program pemberian gratis 100 telur Omega kepada Ponpes Al Ihsan Baron Bogor di Kampus Baitul Makmur Al Usmani, kami mengucapkan terima kasih. Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pihak yang terlibat,” ujar H. Lupiyanto.

Sisipkan gambar ...

Bukan Sekedar Bantuan Pangan 

Bagi H. Lupiyanto, kehadiran program tersebut bukan sekadar pemberian bahan pangan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan dan proses tumbuh kembang santri yang tengah menempuh pendidikan sekaligus menghafal Al-Qur’an.

“Program ini sangat luar biasa untuk pemenuhan gizi para santri. Khususnya telur Omega, sangat baik untuk mendukung kecerdasan mereka,” katanya.

Ia berharap dukungan tersebut memberikan manfaat bagi para santri, baik dalam tumbuh kembang maupun dalam menjalani proses pendidikan dan tahfidz.

Sisipkan gambar ...

“Mudah-mudahan dengan program ini para santri tumbuh kembangnya dengan baik, kecerdasannya meningkat, dan bisa menjadi hafiz Qur’an yang insya Allah menjadi cita-cita mereka,” harapnya.

Pesantren Yang Tumbuh Bersama Program Tahfidz

Pesantren Al Ihsan Baron Bogor merupakan lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2018. Pada awal berdirinya, pesantren memiliki sekitar 25 santri dari jenjang SMP dan SMA yang diwajibkan tinggal di pondok.

Pesantren mengembangkan program Takhassus Tahfidz Qur’an, di samping kurikulum kepesantrenan dan pendidikan formal. Untuk pendidikan formal, jenjang SMP berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Bogor, sedangkan jenjang SMA berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Sisipkan gambar ...

Di Kampus Baitul Makmur yang menjadi lokasi kunjungan UmmatTV Peduli, terdapat 24 santri yang menjadi penerima manfaat program.

Pendidikan yang dikembangkan diarahkan untuk mempertemukan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, santri tidak hanya dibekali kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pendidikan formal sebagai bekal menghadapi masa depan.

Menjaga Gizi Menjaga Harapan 

Bagi para santri tahfidz, perjalanan menghafal Al-Qur’an merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan dasar mereka menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang tidak kalah penting.

Program Tebar Pangan Bergizi hadir dengan semangat sederhana: membantu memenuhi kebutuhan pangan santri sekaligus menguatkan kepedulian masyarakat terhadap lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an.

H. Lupiyanto berharap keberadaan Pesantren Al Ihsan Baron Bogor dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengambil bagian dalam menyiapkan generasi Qur’ani.

“Mohon doanya, mudah-mudahan dengan keberadaan pondok pesantren di Bogor ini memberikan keberkahan kepada kita semuanya dan memberikan dampak untuk pembinaan generasi Qur’ani di masa yang akan datang,” tuturnya.

Dari 100 butir telur yang disalurkan, tersimpan sebuah pesan yang lebih besar: bahwa menjaga gizi santri juga merupakan bagian dari ikhtiar menjaga masa depan generasi Qur’ani.

Sisipkan gambar ...

Sebelumnya :