Mengenang Prof. Chairil Anwar Siregar di Mata Sahabat

Mengenang Prof. Chairil Anwar Siregar di Mata Sahabat

Dalam pergaulan, Prof. Chairil dikenal memiliki karakter yang cenderung tenang dan tidak terlalu banyak mencari keramaian. Namun, ia tetap menikmati kebersamaan,

Oleh: Ust. Idrus Al Sufri Sambo (Ustadz Sambo)


Bagi Ustadz Idrus Al Sufri Sambo, atau yang akrab disapa Ustadz Sambo, sosok Prof. Ir. Chairil Anwar Siregar, Ph.D Rahimahullah adalah pribadi yang memiliki banyak sisi menarik. Ia bukan hanya dikenal karena kapasitas keilmuannya, tetapi juga karena kemampuannya menjalani berbagai aktivitas secara seimbang.


Menurut Ustadz Sambo, salah satu hal yang membuat Prof. Chairil begitu istimewa adalah kelengkapan kemampuan yang dimilikinya. Di tengah kesibukannya dengan dunia akademik dan aktivitas keilmuan, beliau masih menyempatkan diri untuk mengaji, berolahraga, dan bersosialisasi.


“Kalau melihat Pak Chairil, saya heran dari sisi kelengkapannya. Kemampuannya banyak. Beliau sibuk dengan dunia keilmuan, sibuk dengan mengaji, tetapi masih sempat olahraga dan bersosialisasi,” kenang Ustadz Sambo.


Dalam pergaulan, Prof. Chairil dikenal memiliki karakter yang cenderung tenang dan tidak terlalu banyak mencari keramaian. Namun, ia tetap menikmati kebersamaan, terutama dalam suasana yang sederhana dan akrab, seperti berjalan atau makan bersama para sahabat.


Menariknya, kehidupan Prof. Chairil juga memperlihatkan sisi seni yang kuat. Di rumahnya, terdapat berbagai lukisan yang menggambarkan keindahan alam, seperti hutan dan bunga. Bagi Ustadz Sambo, hal tersebut menjadi gambaran bahwa Prof. Chairil tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keindahan.


“Jiwa seninya juga ada. Kalau saya lihat, beliau punya banyak kemampuan. Kalau saya punya tiga kemampuan saja mungkin sudah bagus,” ujarnya.


Di sisi lain, Ustadz Sambo juga melihat bahwa Prof. Chairil memiliki perhatian terhadap ilmu agama. Kesibukan sebagai seorang akademisi tidak membuatnya meninggalkan aktivitas mengaji dan memperdalam ilmu keislaman.


Sosok seperti inilah yang kemudian membuat Ustadz Sambo memandang Prof. Chairil sebagai pribadi yang unik dan patut diteladani. Baginya, kehidupan Prof. Chairil memberikan pelajaran bahwa seseorang dapat memiliki kapasitas keilmuan yang tinggi sekaligus tetap menjaga hubungan dengan agama, kesehatan, seni, dan kehidupan sosial.


“Contohlah yang baik bagi kita. Mudah-mudahan beliau dicatat sebagai orang yang baik,” tutur Ustadz Sambo.


Bagi para sahabat yang ditinggalkan, kepergian Prof. Chairil Anwar Siregar Rahimahullah tentu menyisakan kenangan. Namun, lebih dari sekadar kenangan, perjalanan hidupnya menghadirkan banyak hal yang dapat dipelajari dan diteladani—tentang ilmu, kesungguhan, keseimbangan hidup, dan kebaikan yang ia tinggalkan bagi orang-orang di sekitarnya.


Sebelumnya :