Ustaz Zaitun Rasmin Hadiri Musda MUI Papua Barat Daya: Tegaskan Peran Strategis MUI di Era Baru

Ustaz Zaitun Rasmin Hadiri Musda MUI Papua Barat Daya: Tegaskan Peran Strategis MUI di Era Baru

Musda ini diharapkan menjadi titik tolak baru penguatan peran MUI Papua Barat Daya sebagai penjaga otoritas keilmuan umat, pemersatu ormas Islam,

SORONG PAPUA UMMATTV.COM — Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (Musda MUI) Provinsi Papua Barat Daya berlangsung penuh semangat di Kota Sorong, diwarnai dengan kehadiran tokoh nasional Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA yang turut memberikan pengarahan strategis dalam sesi utama.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Ustaz Zaitun menyampaikan pandangan tentang pentingnya pembaruan arah dakwah di tengah perubahan zaman. Ia menekankan bahwa tantangan dakwah saat ini bukan lagi semata penjajahan fisik, tetapi lebih kompleks: berupa penjajahan informasi, ekonomi, budaya, dan pola pikir.

 “Dakwah hari ini harus memiliki dua kekuatan: teguh menjaga prinsip syariat, sekaligus cerdas membaca perubahan dunia,” ungkap Ustaz Zaitun, seraya menyoroti ancaman disinformasi dan krisis keluarga sebagai tantangan besar umat Islam saat ini.

Beliau juga memaparkan lima pilar besar arah dakwah MUI di era baru, mulai dari menjaga agama dan akidah, memperkuat ketahanan keluarga, hingga mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis prinsip syariah. MUI, kata dia, perlu bergerak tidak hanya sebagai lembaga fatwa, tapi juga sebagai penggerak ketahanan sosial dan moral bangsa.

 “Fatwa yang benar harus lahir dari pemahaman terhadap teks keagamaan sekaligus realitas zaman. Karena itu, MUI tidak boleh ketinggalan dalam menguasai isu-isu kontemporer seperti kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga geopolitik global,” jelasnya.

Dalam makalahnya yang berjudul *“Peta Jalan Dakwah dan Peran MUI di Era Baru”*, Ustaz Zaitun menyerukan perlunya transformasi dakwah dari pendekatan mimbar ke pendekatan multi-platform yang menjangkau media sosial dan ruang digital.

Musda ini diharapkan menjadi titik tolak baru penguatan peran MUI Papua Barat Daya sebagai penjaga otoritas keilmuan umat, pemersatu ormas Islam, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, dan bermartabat.[]

Sebelumnya :