Para tokoh pendiri ormas dulu menunaikan ibadah haji dan pulang menjadi role model serta pionir pergerakan.
JAKARTA UMMATTV.COM— Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Dr. K.H. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari aspek logistik dan kelancaran ritual semata. Lebih dari itu, kemakmuran ibadah haji harus mampu melahirkan transformasi peradaban dan pembentukan akhlak jemaah di tengah masyarakat.
“Sukses haji itu yang utama adalah sukses keadaban dan peradaban. Kalau ritualnya benar, insyaallah akhlak dan kepedulian sosialnya juga ikut benar. Haji harus mampu mentransformasi individu menjadi pribadi yang jauh lebih baik ketika kembali ke Tanah Air,” ujar Puji, Jumat (21/8/2026).
Puji mengulas sejarah pergerakan nasional, di mana para pendiri organisasi kemasyarakatan Islam—seperti K.H. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), K.H. Hasyim Asy'ari (Nahdlatul Ulama), hingga K.H. Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah)—merupakan para jemaah haji yang sepulangnya dari Tanah Suci menjadi teladan dan pelopor perjuangan bangsa.
“Para tokoh pendiri ormas dulu menunaikan ibadah haji dan pulang menjadi role model serta pionir pergerakan. Harapan kami di Kementerian, seluruh 221 ribu jemaah yang pulang setiap tahunnya bisa mewarisi semangat tersebut dan menjadi pelopor kebaikan di lingkungannya masing-masing,” tegas Puji.
Melalui pendekatan ini, Kementerian Haji dan Umrah mengajak ormas-ormas Islam untuk berkolaborasi tidak hanya dalam pembimbingan manasik ritual, tetapi juga pembekalan nilai-nilai sosial. Dengan begitu, jemaah purna-haji mampu membawa dampak perubahan nyata bagi pembangunan karakter bangsa. []