Dr. Dewi buktikan bahwa disertasi doktoral tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga dapat lahirkan solusi konkret bagi dunia pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman
JAKARTA UMMATTV.COM - Dunia pendidikan Indonesia kembali melahirkan sebuah inovasi yang memadukan kemajuan teknologi dengan penguatan karakter. Dewi Suriyani Djamdjuri resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Pascasarjana di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana UNJ. Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (5/8),
Keberhasilan tersebut tidak hanya menandai capaian akademik pribadi, tetapi juga melahirkan sebuah produk pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21, yakni buku digital multimodal pembelajaran Bahasa Inggris yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam.
Produk tersebut merupakan hasil pengembangan dari disertasinya yang berjudul "Model Pengembangan Bahan Ajar Membaca Bahasa Inggris Nilai-Nilai Islami dalam Bentuk Buku Digital Multimodal."
Buku digital yang dikembangkan Dewi dirancang sebagai bahan ajar inovatif untuk mata kuliah English for Islamic Studies. Berbeda dengan buku ajar konvensional, produk ini menggabungkan berbagai media pembelajaran seperti teks, ilustrasi, audio, video, serta elemen digital interaktif yang mampu menciptakan pengalaman belajar lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan karakter mahasiswa di era transformasi digital.
Lebih dari sekadar mengajarkan keterampilan membaca dalam bahasa Inggris, buku digital tersebut dirancang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang mampu membangun karakter. Setiap materi memuat pesan-pesan keislaman yang terintegrasi secara sistematis sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi kebahasaan, tetapi juga memperkuat nilai moral, spiritual, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya di hadapan tim penguji, Dewi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pendidikan seharusnya tidak menjauhkan peserta didik dari nilai-nilai luhur. Justru sebaliknya, teknologi harus menjadi sarana efektif untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan mampu membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga media yang membawa nilai, budaya, dan cara pandang hidup. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa Inggris memiliki potensi besar menjadi media internalisasi nilai-nilai Islam apabila dirancang dengan pendekatan pedagogis yang tepat.
"Bahasa adalah tools atau alat. Nilai dari sebuah bahasa adalah apa yang disampaikan. Karena itu saya ingin menghadirkan internalisasi nilai-nilai keislaman melalui pembelajaran bahasa Inggris. Harapannya mahasiswa tidak hanya mahir berbahasa asing, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai Islam yang kuat dalam kehidupan mereka," ujar Dewi usai sidang terbuka.
Sebagai dosen di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Dewi menilai bahwa hasil penelitiannya sejalan dengan semangat pengembangan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya menekankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dakwah Islam sebagai bagian dari proses membangun peradaban.
Ia berharap inovasi yang dihasilkannya dapat menjadi referensi bagi para dosen, guru, peneliti, maupun pengembang kurikulum dalam menyusun bahan ajar yang mampu menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman.
"Sebagai seorang pendidik, saya berharap ilmu yang diperoleh selama studi doktoral ini tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Bahasa asing harus menjadi media menyampaikan kebaikan, bukan sekadar kemampuan berkomunikasi," tambahnya.
Sidang terbuka berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari tim promotor dan penguji mengenai pengembangan model pembelajaran digital, validasi produk, hingga peluang implementasi buku digital tersebut pada berbagai institusi pendidikan tinggi Islam maupun sekolah yang mengembangkan pendidikan berbasis karakter.
Inovasi yang dikembangkan Dewi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana riset di perguruan tinggi mampu menghasilkan produk yang aplikatif dan siap diimplementasikan. Buku digital multimodal tersebut diharapkan menjadi model baru dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris yang mampu menggabungkan penguasaan bahasa internasional dengan pembentukan karakter Islami secara seimbang.
Di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan, karya Dewi Suriyani Djamdjuri memberikan pesan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menggeser nilai-nilai agama. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat pendidikan karakter, membangun generasi yang cakap berbahasa global, berintegritas, serta memiliki semangat dakwah dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui lahirnya buku digital berbasis nilai-nilai Islam tersebut, Dr. Dewi Suriyani Djamdjuri membuktikan bahwa disertasi doktoral tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga dapat melahirkan solusi konkret bagi dunia pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.
Tentang Dr. Dewi Suriyani Djamdjuri
Dr. Dewi Suriyani Djamdjuri merupakan dosen Universitas Ibnu Khaldun Bogor yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis pendidikan karakter dan nilai-nilai Islam. Fokus risetnya mencakup pengembangan bahan ajar, inovasi pembelajaran digital, serta integrasi teknologi pendidikan dengan penguatan nilai moral dan spiritual.