Dialog Kebangsaan Semarak Muktamar V, Ormas Wahdah Dorong Penguatan Ketahanan Bangsa

Dialog Kebangsaan Semarak Muktamar V, Ormas  Wahdah  Dorong Penguatan Ketahanan Bangsa

Lima narasumber dari berbagai latar belakang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya membangun Indonesia melalui penguatan aspek spiritual

YOGYAKARTA  UMMATTV.COM – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Salam Sehat Indonesia: Jalan Kebangkitan Umat dan Penguatan Ketahanan Bangsa”, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah ini menghadirkan tokoh pemerintah, ulama, dan akademisi untuk membahas berbagai gagasan dalam memperkuat ketahanan bangsa melalui pembangunan manusia yang beriman, berintegritas, sehat, dan berdaya.

Sisipkan gambar ...

Dialog yang diselenggarakan di Yogyakarta tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum berbagi gagasan untuk mempererat kolaborasi antarelemen bangsa.

 Lima narasumber dari berbagai latar belakang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya membangun Indonesia melalui penguatan aspek spiritual, kesehatan, kepemimpinan, keadilan, dan kerukunan sosial sebagai fondasi kebangkitan umat dan kemajuan bangsa. 

Kegiatan ini dipandu oleh Ir. Muhammad Agung Bramantya, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Wahdah Islamiyah Yogyakarta.

Sisipkan gambar ...

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menjelaskan bahwa kebangkitan suatu bangsa berawal dari manusia yang memiliki kualitas menyeluruh. 

Menurutnya, kesehatan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kekuatan hati dan kemandirian ekonomi sebagai fondasi pembangunan peradaban.

“Tiga hal yang sangat mendasar pada manusia ini merupakan modal utama untuk membentuk peradaban. Kebangkitan peradaban dimulai dari hati yang sehat, jasmani yang sehat, dan ekonomi yang sehat atau kuat.”

Dari perspektif kesehatan masyarakat, Wali Kota Yogyakarta, Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan mental. 

Menurutnya, bangsa yang maju memerlukan masyarakat yang sehat secara fisik maupun psikologis agar mampu bekerja, berkarya, dan menciptakan kesejahteraan.

“No health without mental health. Syarat mutlak menuju negara maju adalah kualitas SDM yang baik.”

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Dr. K.H. Machasin, M.A., menekankan bahwa keadilan merupakan prinsip utama dalam kehidupan berbangsa.

Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan pemimpin hendaknya berorientasi pada kemaslahatan masyarakat sehingga mampu menjaga persatuan dan kepercayaan publik.

“Kebijaksanaan pemimpin terhadap rakyat harus berlandaskan pada kemaslahatan dan kebaikan masyarakat.”

Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag., menambahkan bahwa kerukunan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan bangsa.

 Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan golongan di Indonesia merupakan kekuatan apabila dilandasi kasih sayang, persaudaraan, dan semangat persatuan.

“Landasan ketahanan bangsa adalah kerukunan yang didasari kasih sayang, persatuan, dan persaudaraan.”

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berintegritas.

Ia menyampaikan bahwa pemimpin yang baik tidak hanya memiliki kualitas spiritual dalam ibadah, tetapi juga mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pengendali dalam menjalankan amanah kekuasaan.

“Kepemimpinan berintegritas adalah kepemimpinan yang menjadikan ibadah sebagai pengendali kekuasaan, sehingga tidak tergiur oleh jabatan maupun riswah.”

Melalui Dialog Kebangsaan ini, DPW Wahdah Islamiyah DIY berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara ulama, pemerintah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. 

Forum ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah dengan menghadirkan ruang dialog yang konstruktif demi terwujudnya Indonesia yang berdaya, berkeadilan, dan berperadaban mulia.

Sebelumnya :