• +6281 1987 271

Bahagia Sedekah, Sedekah Bahagia

Bahagia Sedekah, Sedekah Bahagia

Cobalah anda melist masalah-masalah yang sedang anda hadapi, mungkin saja ada sejumlah masalah yang anda catatkan. Sedikit atau banyak masalah yang bisa anda catatkan ternyata inti masalah anda hanya dua, yaitu Ketakutan dan kesedihan.

Oleh : Dr. Samsul Basri

Mari merenungi dan mentadabburi surat Al Baqarah ayat 274,

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Surat Al-Baqarah, Ayat 274)

Cobalah anda melist masalah-masalah yang sedang anda hadapi, mungkin saja ada sejumlah masalah yang anda catatkan. Sedikit atau banyak masalah yang bisa anda catatkan ternyata inti masalah anda hanya dua, yaitu Ketakutan dan kesedihan.

Dua hal itulah yang membuat siapa saja di dunia ini menjadi susah bahagia atau bahkan tidak bahagia. Ketakutan muncul karena suatu keburukan yang belum terjadi, tapi seolah akan terjadi menimpa dirinya. Sedangkan kesedihan muncul karena suatu keburukan yang sedang menimpanya. Oleh karena itu, siapa saja yang ingin bahagia, dia harus menjauhkan ketakutan dan kesedihan dalam hidupnya. 

Allah yang Maha berkuasa dan Maha mampu atas segala sesuatu, melalui ayat di atas telah menjaminkan kebahagian bagi siapa saja dari hamba-Nya yang cinta sedekah. Bahwa konsep kebahagiaan dalam Islam adalah ketika kita banyak memberi, bukan ketika kita banyak menerima. 

Betul, kita tentu bahagia jika mendapatkan kebaikan dari orang lain, tapi Islam mendidik kita untuk merasakan kebahagian yang lebih dengan banyak memberi. Sebab itulah, kebaikan yang kita dapatkan dari orang lain, harus dibalas dengan kebaikan yang lebih baik lagi. Bukankan ayat berbunyi,

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٖ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَسِيبًا

Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu. (Surat An-Nisa', Ayat 86)

Nabi Juga menyabdakan, Khairukum man anfa'ukum linnaas yang terbaik diantara kalian adalah yang benyak memberi manfaat kepada manusia. Catat:  yang terbaik itu yang banyak memberi manfaat kepada manusia bukan yang banyak menerima manfaat dari manusia.

Perhatikan surat Albaqarah ayt 274 di atas (artinya), "Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan,"

Penggalan ayat ini mendidik "Kita" bahwa gaya hidup sedekah itu, jika bersedekah maka niat sedekahnya tidak lagi dipengaruhi dengan situasi dan kondisi sekitarnya. Siang atau malam hari, terlihat atau tidak terlihat, di kala ramai atau sepi, diumumkan nama sebagai orang yang berinfak atau tidak, tetap bersedekah. Karena ia bahagia dengan sedekah, dan sedekah dengan bahagia. 

Ciri gaya hidup sedekah yang menonjol adalah tidak butuh pengakuan apalagi pujian manusia, tetapi ahli sedekah butuh jaminan dari Allah bahwa dia sedang berdagang dengan Allah dengan perdagangan yang tidak akan merugi dunia akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, (Surat Fathir, Ayat 29)

Mungkin "Kita" kurang terkenal di dunia, tapi dengan bergaya hidup sedekah, "kita" bakal terkenal di kalangan penghuni langit. Saya mengajak diri saya dan muslimin Serta muslimat untuk mulai merasakan Bahagia sedekah dan sedekah bahagia. 

~*~

Bagi muhsinin yang sudah membeli Madu Rukyah, atau yang telah mengamanahkan hartanya kepada kami untuk program BERKAH BERJARIAH AKHIR RAMADHAN, kami doakan : "Aajarakumullahu fiimaa anfaqtum wabaarakallahu fiimaa abqaitum wathahharahu lakum." (semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang besar atas apa yang diinfakkan, semoga Allah memberkahi harta kalian yang masih tersimpan dan semoga Allah mensucikan harta tersebut untuk kalian.)

Insya Allah bantuan perlengkapan i'tikaf dan paket sembako akan disalurkan pada tanggal 02 Mei, bagi yang ingin membeli madu rukyah dan masih ingin berdonasi,  insya Allah pintu investasi akhirat ini masih terbuka. Silahkan kontak kami! Jangan malu untuk kebaikan.

Sebelumnya :
Selanjutnya :