Melalui gerakan ini, para inisiator berharap semangat persatuan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa dapat menjadi kekuatan bersama
JAKARTA UMMATTV.COM — Sejumlah tokoh nasional, pimpinan organisasi, dan elemen masyarakat menggelar Pertemuan Konsolidasi Aksi Rakyat Bela Indonesia di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Lantai 3, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Pertemuan yang dirangkaikan dengan konferensi pers tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II UAI, Dr. H. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk membahas perkembangan situasi kebangsaan sekaligus menyampaikan pernyataan sikap kepada masyarakat dan media massa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi Aksi Rakyat Bela Indonesia, yang sebelumnya diawali dengan pertemuan sejumlah tokoh pada Jumat (6/11/2026) di lingkungan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar.
Gerakan ini melibatkan 26 tokoh dari berbagai organisasi dan lembaga. Di antara tokoh yang tergabung dalam tim inisiator adalah Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Pembina YPI Al-Azhar; Ferry Juliantono, Presiden Syarikat Islam; Jeje Zaenudin, Ketua Umum PERSIS; Erick Yusuf, Wakil Sekretaris Jenderal MUI; HM. Syarif Hutauruk, Ketua Umum PP PERTI; Fathurrahman Mahfudz, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia; Muh. Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah Islamiyah; serta Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Rektor UAI.
Lima Tuntutan untuk Indonesia
Dalam konferensi pers, perwakilan Aksi Rakyat Bela Indonesia menyampaikan lima tuntutan yang menjadi pokok sikap gerakan tersebut.
Pertama, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu membela Indonesia. Kedua, mengajak masyarakat melawan pihak-pihak yang menurut penyelenggara dianggap mengkhianati bangsa dan negara.
Ketiga, menyerukan perlawanan terhadap oligarki dan negara asing yang dinilai melindungi kepentingan oligarki. Keempat, menuntut pelaksanaan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 secara penuh dan konsisten.
Kelima, mendesak penegakan hukum yang konsisten sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).
Selain menyampaikan lima tuntutan tersebut, pertemuan ini juga memperkenalkan salam lima jari sebagai simbol persatuan. Menurut penyelenggara, simbol tersebut merepresentasikan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjadi ajakan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat membela Indonesia.
Siapkan Aksi Nasional
Sebagai tindak lanjut dari konsolidasi, penyelenggara mengumumkan rencana pelaksanaan Aksi Nasional Bela Indonesia pada Ahad (8/11/2026), bertempat di kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.
Aksi tersebut menjadi agenda lanjutan dari rangkaian konsolidasi yang melibatkan tokoh nasional, organisasi, dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui gerakan ini, para inisiator berharap semangat persatuan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa dapat menjadi kekuatan bersama dalam merespons berbagai persoalan kebangsaan.