Akhyar Amnur Siap Perkuat Edukasi Zakat di Makassar, Fokus Tata Kelola dan Digitalisasi BAZNAS

Akhyar Amnur Siap Perkuat Edukasi Zakat di Makassar, Fokus Tata Kelola dan Digitalisasi BAZNAS

MAKASSAR UMMATTV.COM – Akhyar Amnur, dari pimpinan ormas Islam Wahdah Islamiyah kota Makassar resmi dilantik sebagai salah satu pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan oleh Wali Kota Makassar pada Senin (6/7/2026).

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Akhyar Amnur mendapat amanah sebagai Wakil Ketua yang membidangi keuangan  dan pelaporan.

Lima Komisioner Baznas Kota Makassar yang dilantik adalah Dr. H. Usman Sofian, MA (Ketua), H. Yusran Sofyan, SE, M.Si (Waka I), Dr. Abdul Aziz Ilyas, S.Ag, MH (Waka 2), H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Waka 3), dan Prof. Dr. Yusriani, M.Kes (Waka 4).

Sisipkan gambar ...

Keterangan gambar : Akhyar Amnur (dua dari kanan)


Usai pelantikan, Akhyar mengatakan bahwa Kota Makassar memiliki potensi zakat yang sangat besar untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum tergarap secara optimal karena masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat tentang pentingnya zakat.

"Potensi zakat di Kota Makassar sangat besar. Jika dikelola secara profesional, amanah, dan tepat sasaran, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi umat serta mengurangi angka kemiskinan," ujarnya.

Ia berharap pengalaman yang dimilikinya di bidang bisnis dapat menjadi modal dalam memperkuat tata kelola BAZNAS agar lebih profesional, transparan, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Akhyar menjelaskan, kepengurusan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 dipimpin oleh Ketua BAZNAS bersama para wakil ketua yang membidangi pengumpulan zakat, pendistribusian dan pendayagunaan, perencanaan, keuangan dan pelaporan, serta kerja sama dan pembinaan masyarakat.

Tiga Prioritas Awal

Dalam tiga bulan pertama masa kepengurusan, BAZNAS Kota Makassar menetapkan tiga prioritas utama.

Pertama, melakukan konsolidasi internal sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan agar seluruh sistem berjalan secara optimal, profesional, transparan, dan akuntabel.

Kedua, memetakan potensi zakat di seluruh wilayah Kota Makassar, termasuk memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, perusahaan, dan berbagai komunitas.

Ketiga, meningkatkan kepercayaan publik melalui program-program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, disertai pelaporan yang transparan dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan zakat.

Edukasi Zakat Secara Masif

Sebagai penanggung jawab bidang pembinaan dan edukasi masyarakat, Akhyar menegaskan bahwa strategi utama yang akan dijalankan adalah memperluas edukasi zakat kepada masyarakat.

Menurutnya, edukasi akan dilakukan secara masif melalui media sosial, internet, masjid-masjid binaan, komunitas wirausaha, paguyuban, hingga berbagai kelompok masyarakat.

Selain itu, BAZNAS Kota Makassar akan mempermudah layanan pembayaran zakat melalui digitalisasi agar masyarakat semakin mudah menunaikan kewajibannya.

"Kami ingin menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti beasiswa pendidikan, bantuan usaha dan modal kerja, serta berbagai program pemberdayaan bagi masyarakat yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Untuk perluas jangkauan edukasi, BAZNAS Kota Makassar juga akan menggandeng para tokoh agama, kalangan pengusaha, dan influencer agar pesan tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah semakin luas diterima masyarakat.

Sebelumnya :