Gencatan senjata yang berlangsung pada Oktober lalu, tidak mengentikan serangan zionis kepada rakyat Gaza
JAKARTA - Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah Ustadz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA manyampaikan bahwa gencatan senjata seharusnya mengentikan genosida yang terjadi di Gaza.
"Gencatan senjata yang berlangsung pada Oktober lalu, tidak mengentikan serangan zionis kepada rakyat Gaza. Kita menuntut kepada Donald Trump dan pemimpin-pemimpin neraga yang terlibat dalam gencatan senjata tersebut agar mendesak zionis Isarel untuk menghentikan serangannya ke Gaza," ujar Ustaz Zaitun, Kamis (18/6/2026).
Laporan Kementrian Kesehatan Gaza, sebagaimana dilaporkan oleh Palinpo, bahwa jumlah korban tewas sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025 meningkat menjadi 1.005 orang. Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 3.157 orang, dan sejumlah jenazah yang tidak bisa ditemukan dibalik reruntuhan bangunan di berbagai wilayah di Jalur Gaza.
“Pengkhianatan mereka atas gencatan senjata, menandakan bagaimana manusia seperti zionis tidak memiliki hati, dengan tega melakukan kezaliman kepada saudara-saudara kita di palestina. Kebiadaban dan kejahatan yang dipertontonkan ini harus segera dihentikan," tegasnya.
Ustaz Zaitun juga menegaskan bahwa dunia harus sadar, hari ini kita berhadapan dengan manusia-manusia biadab.
"Kita serukan kecaman, kutukan, kepada zionis, serta panggilan perjuangan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh dunia untuk menghentikan genosida di Gaza secara total. Negara pendukung gencatan senjata harus mengambil langkah tegas untuk menghentikan segera serangan zionis yang terus berlanjut hingga saat ini,” pungkasnya.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah tersebut menyerukan agar semua pihak menggunakan hati, pikiran, akal, dan suara untuk menghentikan genosida di Gaza.
“Hentikan genosida, selamatkan Gaza, ini prioritas kita, hentikan pembantai (di Gaza) selamatkan siapapun yang ada di Gaza. Laki-laki, perempuan, anak-anak, tim medis, awak media, wartawan, semuanya harus diselamatkan dari kekejaman dan kekejian zionis Israel,” ungkapnya.
“Mari kita tidak henti-hentinya memberikan dukungan kepada Palestina sampai mereka meraih kemerdekaan penuh dengan semboyan kita terus bersuara sampai Gaza diselamatkan dan sampai Palestina Merdeka,” harapnya.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah meningkat menjadi 73.016 orang, sementara 173.265 orang lainnya terluka.
Kementerian tersebut menyatakan, ribuan korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan di jalan-jalan. Tim penyelamat dan ambulans belum dapat menjangkau mereka karena pemboman masih terus berlangsung dan kondisi lapangan sangat sulit.
*Laporan: Media UZR*